BERANI KARENA TUHAN BESERTAKU
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Senin, 13 Juli 2026
BERANI KARENA TUHAN BESERTAKU
Hakim-hakim 6:16
"Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis."
Dalam kitab Hakim-hakim 6, bangsa Israel mengalami penderitaan dan kemiskinan akibat dijajah oleh orang Midian. Penderitaan ini terjadi karena ketidaksetiaan mereka, di mana mereka melakukan sinkretisme dengan menyembah Allah sekaligus menyembah dewa Baal yang palsu. Ketika bangsa Israel akhirnya bertobat dan berseru kepada Tuhan, Allah merespons dengan memanggil seorang pemuda bernama Gideon untuk menjadi hakim yang akan membebaskan bangsa Israel dari penindasan.
Meskipun telah dipilih secara langsung, Gideon awalnya ragu dan tidak berani maju karena terhalang oleh pikirannya sendiri. Ia keliru memahami situasi dengan menyalahkan Tuhan atas penderitaan Israel, dan ia dipenuhi rasa rendah diri karena fokus pada kelemahan dirinya yang merasa sebagai orang termuda dari kaum terkecil. Rasa rendah diri ini membuat Gideon memusatkan perhatian pada ketidakmampuannya, alih-alih memiliki kerendahan hati yang berfokus pada kebesaran dan penyertaan Allah.
Namun, hal luar biasa yang patut kita teladani adalah Gideon tidak lari dari tanggung jawab tersebut meskipun ia merasa takut dan ragu. Ia memilih bertahan, berproses dengan ketakutannya, dan terus meminta penegasan dari Tuhan sampai ia akhirnya yakin untuk memimpin Israel melawan penjajah. Sering kali, masalah utama yang menghalangi kemajuan kita adalah ketakutan dan pikiran negatif kita sendiri tentang kegagalan. Padahal, tantangan yang ada di depan kita diizinkan Tuhan untuk menolong kita bertumbuh, bukan untuk menghancurkan kita.
Mari kita sadari posisi kita di hadapan Tuhan: kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya, dan melalui Roh Kudus, Tuhan diam di dalam diri kita. Sama seperti seorang anak TK yang merasa aman untuk belajar dan bersosialisasi karena tahu orang tuanya menemani, kita pun seharusnya berani melangkah di tengah tantangan karena Tuhan selalu menyertai kita. Pertanyaannya sekarang, bersediakah kita mengambil langkah iman tersebut? Sebab, meskipun penyertaan Tuhan itu sempurna, jika kita tidak mau melangkah, kita hanya akan mandek di tempat yang sama.
Kiranya Tuhan menolong kita semua.
Pokok Doa:
Berdoa agar pelayanan Digital dapat memperlengkapi umat dan menjangkau lebih banyak orang.
Reggy Leo