GAUDETE – BERSUKACITALAH
Zefanya 3: 15 – 20
GAUDETE
merupakan sebutan kalender gerejawi pada Minggu Adven ke-3 yang artinya adalah
Minggu Sukacita. Lilin berwarna merah muda dinyalakan sebagai simbol sukacita
di tengah penantian kedatangan Kristus. Minggu Gaudete bukan tentang
kebahagiaan yang sementara, melainkan sukacita yang datang dari keyakinan akan
pemenuhan janji Allah.
Zefanya mengajak untuk umat Tuhan masuk dalam
fase bersukacita, beria-ria dan bertempik-soraklah karena Tuhan telah:
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Menyingkirkan
hukuman dengan membinasakan musuh
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Umat
telah diampuni
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Allah
akan menyertai umat dengan memberikan kasih karunianya
<!--[if !supportLists]-->4.
<!--[endif]-->Umat adalah target kasih
dan dukungan Allah
Dari apa yang telah diperbuat Allah, maka
sungguh amat kuat jika umat pantas untuk BERIA-RIA atas penyertaan Allah. Namun
tak cukup sukacita itu dirasakan oleh setiap individu, melainkan
bertempik-soraklah adalah ajakan membagikan sukacita itu bagi sesama sebagai suatu
respon yang sepatutnya untuk menghayati Minggu Gaudete.
Dalam keseharian, masa penantian seringkali
dilewati dengan penuh tantangan, kecemasan, ketakutan. Namun, minggu Gaudete
mengajarkan kita untuk menantikan dengan hati penuh sukacita dan mewujudkan
hati yang sukacita kepada orang lain. Pohon Harapan, bukan sekedar rutinitas
dari penghayatan Natal di GKI Coyudan. Pohon Harapan adalah sebuah panggilan
untuk hidup dalam spiritualitas memberi yang menjadi disiplin rohani setiap
jemaat. Maka berkontribusi dalam pohon harapan perlu dihayati tentang
membagikan sukacita bagi sesama.
Doa Minggu Gaudete
Tuhan, di tengah masa penantian ini, ajar kami
untuk menemukan sukacita sejati dalam-Mu. Roh Kudus, tolong kami agar dapat
hidup dengan hati yang bersyukur dan memancarkan sukacita yang nyata bagi
kehidupan di sekitar kami.
(Ibu Askaria Tiaristhy
Rantung, S.Si.Teol., M.B.A)