IMAN YANG BERTUMBUH DALAM PERBEDAAN

Photo by David Beale on unsplash

Banyak orang memandang bahwa pertumbuhan iman itu terjadi jika seseorang memiliki pengetahuan agamanya semakin banyak, tetapi kenyataan yang terjadi bahwa pengetahuan agama tidak berbanding lurus dengan keimanan seseorang kepada Tuhan. Sebaliknya justru kebanyakan orang yang merasa dirinya tahu banyak tentang agama, hidupnya tidak menunjukkan keimanan kepada Tuhan dengan jernih. Continue reading

ALLAH BERKARYA DALAM PERBEDAAN

Photo by Sidharth Bhatia on unsplash

Bacaan: Kisah Para Rasul 10 : 1-35

Asep, seorang tukang bangunan yang kebetulan orang Sunda mulai bekerja dengan rekan barunya Joko yang berasal dari Solo. Asep naik ke lantai dua, minta tolong pada Joko yang ada di lantai satu, “Kang, tolong cokot batu bata itu!” (bhs. Sunda cokot = ambil). Tentu saja Joko yang berasal dari Jawa tidak mau melakukannya. Asep jadi tidak sabar dan bertanya pada Joko, “Mana batu batanya, Kang? Sudah dicokot belum?” Menjawablah Joko, “atos kang”. Asep jadi bingung (bhs. Sunda atos = sudah). Maka berteriaklah Asep, “Mana, kok dari tadi tidak ada?” Joko balas berteriak, “Kamu sendiri yang cokot batu batanya!” Dalam hati Joko mengomel “Piye to, bata atos, mosok dicokot” Sebaliknya Asep bingung, “Dimintai tolong baik-baik kok malah marah”. Dapat dibayangkan kalau Asep dan Joko tidak mau saling memahami, bisa-bisa berantem gara-gara perbedaan paham cokot dan atos. Continue reading

MEMBANGUN KOMUNITAS DALAM TRINITAS

Image from thoughtco.com

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah…. Oleh Roh itu kita berseru: “Ya Abba, ya Bapa!” (ROMA 8 : 14, 15c)

Karya penyelamatan Allah bagi manusia benar-benar total. Allah begitu mengasihi manusia yang diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Manusia yang dibentuk dari debu tanah menjadi hidup karena hembusan nafas (Roh) Allah (Kej 2 : 7). Kasih Allah juga ditunjukkan dengan dibuatnya taman Eden yang indah agar manusia mengusahakan dan memelihara taman itu. Continue reading

PENTAKOSTA: ALLAH YANG TIDAK TINGGAL DIAM

Image: generasiterang.com

Bacaan: Roma 8: 21-27

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Roma 8:26)

Minggu pagi, 13 Mei 2018 tak seperti biasanya. Meskipun berjarak 284 km dari kota Solo, kita semua merasakan kengerian yang dialami masyarakat di Surabaya. Bom meledak di tiga gereja di waktu yang hampir bersamaan. Suasana ibadah yang syahdu sekejap berubah dan dipenuhi jeritan ketakutan. Suasana mencekam dan juga membuat sebagian orang ragu melangkah keluar rumah menuju gereja. Sekali lagi kita harus mendengar berita yang membuat air mata mengalir. Korban bergelimpangan, Surabaya mencekam, gereja-gereja di berbagai kota langsung didatangi oleh pihak keamanan untuk menjaga umat Kristen yang masih atau sedang beribadah. Dalam peristiwa itu, saya hanya bisa tertunduk, memohon belas kasihan, meminta Tuhan berbuat sesuatu, meskipun pikiran dibayangi pertanyaan, “Mengapa harus terjadi lagi, Tuhan?” Saya tidak bisa membayangkan betapa menderitanya mereka yang menjadi korban dan yang ditinggalkan. Continue reading