TERUSLAH BERBUAT BAIK, JANGAN GENTAR!

Bacaan: I Petrus 3:13-22

Perjuangan dan komitmen bangsa Indonesia untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan sudah berlangsung puluhan tahun yang lampau bahkan sebelum Indonesia merdeka. Hal itu menjadi salah satu faktor utama yang menghantarkan bangsa Indonesia kepada pintu gerbang kemerdekaan. Di dalam semangat persatuan tentunya harus ada semangat untuk menghargai perbedaan dan meniadakan diskriminasi demi keutuhan negeri. Namun sebagian orang terjebak dengan kebenaran menurut versi mereka sendiri sehingga mereka memilih untuk mengorbankan persatuan demi ideologi mereka. Menghargai perbedaan bukan berarti mengorbankan kebenaran. Menjunjung tinggi kebenaran bukan berarti anti toleransi terhadap yang berbeda. Continue reading

BATU PENJURU HIDUP

Bacaan: I PETRUS 2:1-10

Batu penjuru adalah sebuah batu yang mendapat peran penting dalam pendirian sebuah bangunan. Ia diletakkan pada sudut utama dan menghubungkan bagian ujung tembok dengan tembok lainnya sehingga keduanya menyatu. Sedemikian pentingnya sehingga tanpa batu penjuru, mustahil sebuah bangunan akan berdiri kokoh. Di dalam Alkitab, batu penjuru juga merujuk pada batu raksasa yang terdapat dalam bait Suci (Yesaya 28:16) yang melambangkan kehadiran Tuhan yang tetap di tengah-tengah umat-Nya. Makna-makna inilah yang ingin dijelaskan oleh rasul Petrus kepada penerima surat, yaitu orang-orang pendatang yang tersebar di propinsi Asia Kecil kekaisaran Romawi. Sangat memungkinkan di antara mereka adalah orang-orang yang merespons berita Injil dalam khotbah pertama Petrus (Kisah Para Rasul 2:14-40). Continue reading

DOMBA YANG MENGENAL GEMBALANYA

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba- Ku dan domba-domba- Ku mengenal Aku.” -Yohanes 10:14-

Yesuslah gembala yang baik. Dia mengenal domba-domba- Nya dan domba-domba-Nya mengenal Dia. “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” (Yoh 10:9,11) Continue reading

KETAATAN DAN KASIH PERSAUDARAAN SEBAGAI TANDA PERTOBATAN

Bacaan: I PETRUS 1:17-23

I PETRUS 1:18-19 menegaskan bahwa kemerdekaan kita bukan oleh karena usaha dan perjuangan kita. Kemerdekaan kita adalah anugerah. Kemerdekaan itu dibayar dengan harga yang teramat mahal karena bukan dengan emas dan bukan pula dengan perak. Kristus membayar dengan darah-Nya sendiri. Kita tidak bisa menyelesaikan urusan dosa dengan kekuatan kita sendiri, dan itu berarti bahwa kita tak akan pernah bebas, tak akan pernah merdeka tanpa pengurbanan Tuhan Yesus Kristus. Dengan darah Tuhan Yesus kita diperdamaikan dengan Allah dan dijadikan kepunyaan Allah. Karena Kristus sudah memerdekakan kita dan mengangkat kita dari lembah dosa, maka selayaknyalah kita tidak lagi hidup dalam dosa melainkan menanggalkan dosa-dosa kita dan cara hidup kita yang lama. Kita hidup dalam kehidupan yang baru. Continue reading