NYANYIAN KEBUN ANGGUR YANG SENDU

Yesaya 5 : 1-7

Setiap orang yang menanam pohon buah-buahan di kebun, menanam padi di sawah, atau menanam jagung di ladang, pastilah berharap pada saatnya akan mendapatkan hasil buah-buahan, padi, dan jagung yang baik. Betapa kecewanya si petani atau pemilik kebun, sawah, atau ladang jika yang dihasilkan dari tanaman-tanamannya adalah buah, atau bulir-bulir padi dan jagung yang buruk.

Untuk mendapatkan hasil terbaik maka pastilah si pemilik kebun, sawah atau ladang merawat tanaman itu sebaik mungkin. Disiapkan lahan atau tanah yang terbaik dan diolah (mencangkul atau membajaknya) dengan baik, memberinya pupuk yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berbuah, membasmi hama yang bisa mengganggu pertumbuhan ataupun proses berbuahnya. Continue reading

NYANYIAN KESELAMATAN DARI TUHAN

Iman tidak hanya diperlukan pada saat kita mengawali kekristenan kita. Iman dibutuhkan setiap saat dalam hidup kita baik saat kita senang, saat kita susah, saat kita sakit, saat kita sehat dan sampai mau menjemput kita. Iman tidak dapat dipisahkan dengan ketaatan, sebab iman tanpa diikuti dengan hati yang taat hakikatnya adalah mati. Continue reading

HIDUP DALAM PEMULIHAN

“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah ” (Kolose 3:2-3)

Kadang kita tidak habis pikir dengan jalan hidup orang yang bertubuh pendek ini. Dia kaya raya dan memiliki jabatan tinggi di kota Yerikho. Sebagai seorang kepala pemungut cukai, dia bisa digolongkan koruptor karena memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri dengan menarik pajak yang besar kepada orang-orang di Kota Yeriko. Dia dibenci dan disingkiri orang-orang Yahudi. Dia dianggap sebagai orang berdosa yang tidak layak untuk hidup bersama-sama dengan mereka. Continue reading

KOMUNITAS YANG MENGUTAMAKAN KRISTUS

Bacaan: Lukas 10:38-42

Ada banyak cara digunakan orang untuk melayani Tuhan, karena ada banyak talenta yang dianugerahkan Tuhan kepada tiap-tiap orang. Ketika kita menggunakan premis ini untuk memotret peristiwa yang terjadi di rumah Maria dan Marta, kita jadi bertanya-tanya, salahkah Marta? Bukankah Marta dan Maria masing-masing memiliki cara untuk mengekspresikan rasa hormat kepada Kristus. Maria duduk bersimpuh di kaki Yesus dan menyimak setiap perkataan-Nya, Marta menyibukkan diri dengan banyak hal untuk memantaskan dirinya sebagai tuan rumah yang memberikan pelayanan terbaik bagi tamunya. Continue reading