Saat Hening 2016

PEMULIHAN RELASI UMAT MANUSIA DENGAN TUHAN

Bacaan: MATIUS 24:36-44

Salah satu kebenaran tentang kasih Allah yang begitu menyentuh hati saya adalah ketika Allah begitu merindukan pemulihan hubungan antara manusia (ciptaan-Nya) dengan diri-Nya sendiri. Hanya ada satu jalan yang harus dilalui untuk itu dan tak segan Ia menjalaninya dengan setia. Apakah manusia begitu berharganya di hadapan-Nya sehingga Sang Pencipta rela memberikan diri-Nya sebagai kurban keselamatan manusia? Faktanya, kedatangan Tuhan Yesus yang pertama lebih dari 2000 tahun yang lalu menjadi pembuktian kasih terbesar bagi setiap manusia. Serangkaian karya keselamatan dijalani Tuhan Yesus dengan setia dan sempurna membuka jalan keselamatan dan pemulihan bagi kita. Continue reading

SETIA BERTAHAN SAMPAI AKHIR

[Image: sheknows.com]
[Image: sheknows.com]

Bacaan: LUKAS 21 : 5-19

Menurut penelitian rasa sakit yang paling menyakitkan adalah sakit bersalin. Ketika tiba waktunya, seorang wanita mengalami rasa sakit yang luar biasa hebatnya. Tapi setelah bayinya lahir, rasa sakit itu seolah-olah hilang digantikan dengan sukacita karena melihat bayi mungil yang begitu dinantikan olehnya dan suami, serta keluarga. Wanita itu memilih bertahan dan terus mengerahkan kekuatannya karena tahu bahwa penderitaan yang sesaat tadi ia alami digantikan dengan sukacita yang tak terkira. Continue reading

MENJADI BAIT YANG MEMULIAKAN ALLAH

Bacaan: LUKAS 20:27-38

Setiap manusia sejatinya mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk berubah menjadi lebih baik. Kemampuan itulah yang menjadikan manusia sebagai mahluk hidup yang selalu belajar sehingga ada rasa ingin tahu tentang sesuatu hal yang baru. Salah satu bentuk mulia dari perubahan manusia untuk menjadi lebih baik adalah pertobatan. Continue reading

KELUARGAKU DIAMPUNI DAN MENGAMPUNI

Bacaan: EFESUS 4:17-32

Setiap kita mengharapkan terlahir dan ada dalam situasi keluarga yang berbahagia dimana penuh kasih sayang antar anggotanya. Namun, manusia yang penuh keterbatasan dan dosa membuat hubungan sebuah keluarga menjadi lebih kompleks dan bermasalah. Hari berganti hari, bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun, terkadang luka hati tetap ada dan tidak ada usaha untuk diobati. Kita terus diam dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal hati kita masih bergulat dengan rasa kecewa, amarah, bahkan dendam dan sakit hati pada sesama anggota keluarga kita. Continue reading