Mengikut Yesus Keputusanku

Photo by Victoria Heath on Unsplash

Lukas 14 : 25–33

Sewaktu kuliah dulu, saya terbiasa berjalan kaki atau sesekali naik bis untuk pergi ke kampus. Sampai kemudian di salah satu semester, ada teman sekelas yang menawarkan tumpangan. Sungguh suatu tawaran yang menyenangkan tentunya. Namun sebelum menerima tawaran itu, ada beberapa hal yang dia sampaikan di awal, “Kalau kamu mau ikut aku, kita harus berangkat 45 menit sebelum kelas mulai, tolong tunggu di jalan keluar kost-mu dan kalau kebetulan aku ada urusan lain berarti kamu harus siap menunggu.” Dia menyampaikan syarat di awal dan dengan senang hati saya menerimanya. Aturan yang berlaku tentu saja adalah aturan dia dan tidak mungkin saya buat acara sendiri jika masih mau ikut dia. Suka atau tidak suka, saya berangkat lebih awal dan ikut jam yang dia tentukan. Demikian juga ketika rasanya sudah sangat letih namun dia belum selesai, maka tetap saja sesuai kesepakatan di awal, saya harus menunggunya. Continue reading

Dari Seorang Utusan Menjadi Seorang Penghambat

Image from flickr.com

Lukas 13: 10–17

Apa yang ada dalam bayangan kita jika berjumpa dengan seseorang yang hidupnya mengalami sakit penyakit berat selama 18 tahun? Hal ini masih diperparah dengan faktor penyebab kesakitannya bertahun-tahun itu, roh jahat. Saya menduga orang itu akan mengalami depresi yang amat besar. Ia dijauhi, dipinggirkan, tak banyak orang mau bersentuhan dengan orang tersebut. Alhasil, dirinya semakin jauh dari cahaya pengharapan. Entah, apakah harapannya sudah sirna atau masih ada meskipun hanya setitik. Continue reading

Mengenal Yesus dalam Selebrasi

Image from themarysue.com

Yohanes 10 : 22-30

Sherlock Holmes adalah tokoh novel detektif terkenal yang selalu ditemani oleh rekan sekerjanya dr. John Watson. Suatu kali saat mereka tengah menyelidiki sebuah kasus pembunuhan di sebuah hutan, dr. John terbangun di tengah malam dan merasa ada yang tidak beres. Ia kemudian membangunkan Holmes yang masih tertidur pulas “Holmes bangun!” Dengan masih mengantuk Holmes membuka mata dan berguman “Ada apa?” “Apa yang kau lihat?” tanya Watson. “Hmm..langit yang penuh bintang” jawab Holmes. “Apa artinya?” tanya Watson lagi. “Langit malam yang cerah” jawab Holmes. Watson segera menyikut Holmes seraya berteriak “Tenda kita dicuri Holmes! Cepat bangun dan kejar pencuri itu!”

Continue reading

Ikut Yesus di Jalan Derita


Photo by Jose Cortés on Unsplash

Lukas 13 : 31–35

Yerusalem merupakan kota yang Allah perkenankan, namun kota itu juga terkenal sebagai kota pemberontak pada Allah karena sejarah mencatat kota ini terkenal sebagai pembunuh para nabi-Nya. Sekumpulan orang Farisi yang datang pada Yesus, mereka memberitahukan rencana pembunuhan Herodes atas diri-Nya. Kata mereka: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Bagaimana jawaban Tuhan kepada mereka? Alih- alih pergi, Yesus justru bertahan. Apa yang bisa kita teladani dari sikap Tuhan Yesus?

Yesus tidak takut menghadapi ancaman.
Mengenai Herodes, si serigala licik, maupun para pemuka agama Yahudi yang memusuhi Dia, bahkan penduduk kota Yerusalem yang pada akhirnya menyerukan, “Salibkan Dia, salibkan Dia!”, mereka sama sekali bukan penentu kematian Yesus dan mereka tidak dapat menghentikan langkah Yesus menuju rencana keselamatan Allah. Maka terhadap ancaman dari Herodes, Yesus mengingatkannya bahwa ia tidak memiliki kuasa apa pun atas diri-Nya. Yesus berani menghadapi ancaman itu sebab ada kuasa ilahi yang menaungi-Nya. Bagaimana dengan kita? jangan kuatir, sebab ada perlindungan Allah bagi umat-Nya.

Yesus taat menjalani panggilan.
Yerusalem, seperti yang telah dinubuatkan nabi-nabi, adalah tempat Yesus untuk menderita sampai mati di sana. Panggilan derita adalah bagian dari konsekuensi dari ketaatan. Tidak ada ketaatan yang nyaman. Ketaatan membutuhkan pengorbanan dan perjuangan.

Integritas Yesus di jalan derita.
Meskipun Yesus tahu bahwa nyawa-Nya terancam di Yerusalem, Ia tetap setia menjalankan misi-Nya, meski harus melalui jalan derita. Ini menunjukkan integritas Yesus dalam menjalankan panggilan-Nya. Integritas tidak dibuktikan dalam jalan yang aman, justru dalam jalan derita itu akan terwujud. Mari kita setia untuk mengikut Tuhan apapun jalan yang harus kita hadapi. Jangan takut, sebab Tuhan yang telah melalui jalan itu bersama kita. (JM)

Teguh Meski Dicobai

Photo by Augustin GZN on Unsplash

Lukas 4 : 1–13

Alkisah ada tokoh yang sakti mandraguna namun jahat. Dia tak terkalahkan dan semakin berkuasa dalam kejahatannya. Hingga akhirnya, sang lakon mendapat penglihatan tentang celah untuk mengalahkan musuhnya itu dengan menyerang titik kelemahannya di bagian tumit kaki sebelah kiri. Dan benar, sang lakon hanya fokus untuk menyerang tumit kaki sebelah kiri, sehingga pada akhir cerita sang lakon dapat mengalahkan tokoh sakti yang jahat itu.

Continue reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com