JALAN BARU DALAM PERTOBATAN

Maka kata yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.(Yohanes 12:7)
Kata tobat atau pertobatan dalam bahasa Ibrani: syuv berarti berputar, berbalik kembali. Sedangkan dalam bahasa Yunani: metanoia dan epistrefo artinya perubahan hati, yang nyata dalam pikiran, sikap, pandangan dengan arah yang sama sekali berubah, putar balik dari dosa kepada Allah untuk pengabdikan diri penuh kepada Allah. Inilah yang di maksud dengan perilaku seseorang sebagai dampak dari karya Roh Kudus yang melahiran orang itu. Pertobatan adalah syarat mutlak untuk memperoleh keselamatan. Inilah yang Yesus serukan dalam pelayanan-Nya di muka umum, dan pada saat sebelum Ia naik ke Sorga. Dengan demikian, jelaslah bahwa jika seseorang berbalik kepada Allah, tindakan dan perbuatannya mengungkapkan terjadinya perubahan hati yang begitu penting dan menentukan bagi seseorang dalam merespon karya Ilahi yang lebih dulu bekerja dalam diri manusia menuju pertobatan itu.

Continue reading

SALING MENGAMPUNI DALAM KERAHIMAN ALLAH

Kata rahim memang merujuk pada kaum perempuan, lagi rahim ibu. Dari rahim ini sebenarnya muncul hubungan cinta yang searah. Sifat rahim seorang ibu, yang “melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat, membawa kemana-mana”. Ibu mencintai anaknya yang lahir dari rahimnya bukan karena anaknya berbuat baik, tetapi karena itu merupakan suatu dorongan hati yang tak terelakkan. Continue reading

BULAN KELUARGA 2015 : Aku Tetap Mengasihi

Berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini terkait kejahatan terhadap sesama manusia sudah sedemikian menyedihkan. Harga nyawa sedemikian murahnya sehingga dengan begitu mudah orang bisa membunuh orang lain, bahkan membunuh orang-orang terdekat, hanya untuk mendapatkan sedikit uang. Perselisihan kecil saja bisa memicu orang untuk membunuh. Padahal Allah menciptakan manusia untuk hidup damai dan saling mengasihi.

Yang lebih menyedihkan bila kejahatan terjadi di dalam keluarga sendiri. Seperti yang terjadi di Singapura beberapa puluh tahun lalu, seseorang yang dulunya sangat kaya dan terkenal sebagai pengusaha yang sukses, pada masa tuanya dia menjadi pengemis. Ternyata, dia telah membagikan kekayaannya kepada anak-anaknya, dan setelah menerima warisan yang begitu besar, anak-anaknya menelantarkannya sehingga ia hidup menggelandang. Sungguh ironis! Continue reading

BULAN KELUARGA 2015 : “Aku tetap Bertahan”

“Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: “Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?” ( I Samuel 1:8)

Setiap orang pasti mempunyai mimpi dan harapan dalam kehidupannya, termasuk mimpi dan harapan akan keluarganya. Tetapi apa yang mau dikata, jika realita tidak selalu sama dengan mimpi. Apa yang dilakukan? Pilihan datang pada kita? Tinggalkan? Marah? atau bertahan dengan komitmen dan kasih yang tulus? Continue reading