pengampunan

Mengalami Pengampunan, Melihat Wajah Allah

Photo by Emma Bauso from Pexels

Bacaan: Kejadian 33: 1–10

Tidak ada keluarga yang sempurna. Ketidaksempurnaan itu membuat kita menyadari bahwa setiap orang bisa saja berbuat salah. Entah kesalahan yang sederhana maupun juga kesalahan yang fatal. Meski demikian, tiap kesalahan -apapun jenis dan akibatnya- akan selalu mampu diatasi dengan satu kata: pengampunan. Apa arti kata pengampunan itu sendiri? Pengampunan adalah tindakan sadar yang diambil oleh seseorang yang telah disakiti oleh kesalahan orang lain. Dengan kesadaran itu, ia tidak dipaksa oleh siapapun dan oleh keadaan apapun. Pengampunan bukanlah melupakan kesalahan orang lain. Pengampunan adalah kesadaran untuk mengakui bahwa kita pernah terluka namun kita mau memberi kesempatan kepada orang lain untuk berubah menjadi lebih baik. Pengampunan adalah senjata terkuat dalam resep menjaga kelanggengan dan keabadian nilai dari sebuah relasi. Allah juga memberi manusia pengampunan-Nya melalui pengorbanan-Nya di kayu Salib. Itulah sebab mengapa pengampunan adalah daya pulih dan daya ubah yang begitu kuat bagi semua relasi. Baik relasi Allah dengan manusia maupun relasi dengan sesama manusia.

Read More »Mengalami Pengampunan, Melihat Wajah Allah

KELUARGAKU DIAMPUNI DAN MENGAMPUNI

Bacaan: EFESUS 4:17-32

Setiap kita mengharapkan terlahir dan ada dalam situasi keluarga yang berbahagia dimana penuh kasih sayang antar anggotanya. Namun, manusia yang penuh keterbatasan dan dosa membuat hubungan sebuah keluarga menjadi lebih kompleks dan bermasalah. Hari berganti hari, bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun, terkadang luka hati tetap ada dan tidak ada usaha untuk diobati. Kita terus diam dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal hati kita masih bergulat dengan rasa kecewa, amarah, bahkan dendam dan sakit hati pada sesama anggota keluarga kita.Read More »KELUARGAKU DIAMPUNI DAN MENGAMPUNI

PENGAMPUNAN MEMBERI KESEMPATAN BARU

Bacaan: YOHANES 8:1-11

Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak. Ya, peribahasa ini sering kita dengar, menggambarkan betapa mudahnya kita melihat kesalahan orang lain, sebaliknya betapa sulitnya kita melihat kesalahan diri sendiri. Kita harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, baik yang akhirnya menyakiti orang lain ataupun yang tidak.Read More »PENGAMPUNAN MEMBERI KESEMPATAN BARU