Jaga Hati Agar Tetap Damai

Image from Nerdist

Inside Out adalah sebuah film animasi yang unik buatan Disney-Pixar. Film ini berkisah tentang lima emosi yaitu Joy (Sukacita), Sadness (kesedihan), Anger (kemarahan), Fear (Ketakutan), dan Disgust (Kejijikan) dalam diri seorang perempuan bernama Riley. Sepanjang film, kita akan melihat bagaimana gejolak hidup Riley yang berasal dari dialog lima emosi itu. Jika si Joy yang memegang kendali maka Riley akan tersenyum. Tetapi jika si Anger yang mengambil alih, Riley akan segera marah. Begitu pula jika semua emosi saling berebut kendali maka Riley akan gundah gulana.

Gambaran fantasi dari film itu mengingatkan tentang hati (nurani) kita yang sering mengendalikan kita untuk ikut larut dalam emosi di hati. Kitab Amsal beberapa kali menyebut hati sebagai pusat kehidupan manusia. Beberapa diantaranya: “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari sanalah terpancar kehidupan” (Ams 4:23); “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri,tetapi kepedihan hati mematahkan semangat”(Ams 15:13); “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu” (Ams 27:19); “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang” (Ams 14:30). Semua merujuk bahwa hati adalah pusat kehidupan manusia dan harus dijaga. Kenapa dijaga? Sebab hati terkait dengan reaksi kita dalam kehidupan ini.

Kadang memori dan pengalaman hidup yang tidak baik dapat membuat hati bergejolak menjadi takut, cemas, iri, bahkan marah. Ada kalanya kita membiarkan hati kita larut dalam gejolak itu dan kita membiarkan dikendalikan olehnya. Karena itulah menjaga hati sebuah panggilan kita dalam perjalanan iman ini. Hati yang kacau akan membuat kita kehilangan arah. Dalam masa penantian adven ketiga ini, kita kembali diingatkan tentang hati. Mintalah kekuatan Roh Kudus agar kita dapat memperjuangkan hati ini dalam posisi yang benar, sehingga hati kita tetap dalam damai sejahtera Allah. (DKG)

Merawat Tunas Damai

Photo by Sunyu on Unsplash

YEREMIA 33 : 14-16

Kedamaian adalah dambaan setiap orang. Akan tetapi situasi di sekitar kita menunjukkan hal yang berbeda. Peperangan dan penindasan masih terjadi di mana-mana. Bahkan ada yang berpikir, kedamaian dapat dicapai melalui peperangan. Dalam lingkup yang kecil, banyak terjadi penindasan dan kesewenang-wenangan terhadap yang lemah. Dalam situasi seperti ini, seringkali membuat kita skeptis dan lalu mengatakan, kedamaian itu sulit diwujudkan di tengah dunia yang berdosa ini.

Continue reading

BERKAT KESELAMATAN YANG TAK TERKIRA

Seorang anak kecil bermain-main di ruang tamu dan tanpa sengaja memecahkan vas bunga kesayangan ibunya yang dibeli dari luar negeri. Oleh karena rasa takut maka anak tersebut mencoba untuk menyembunyikan vas bunga tersebut sambil mencoba untuk menyatukan kembali pecahan vas itu dengan lem. Setelah sekian lama berusaha akhirnya anak itu menyerah, dengan rasa takut dia akhirnya mengaku dan meminta maaf kepada ibunya. Sang ibu menasehati anaknya bahkan menanyakan kabar anaknya, apakah dia terluka atau tidak?! Lalu sang ibu memeluk anaknya dan berkata, “Karena kamu sudah mengaku kesalahanmu dan meminta maaf, ibu memaafkanmu, sebab kamu lebih berharga dari vas bunga itu!”. Dan hati anak itupun menjadi lega dan kagum kepada kebaikan ibunya, karena sebelumnya dia berpikir bahwa jika ibunya tahu dia memecahkan vas bunga kesayangan ibunya tentu dia akan dimarahi, dihukum tanpa ampun. Continue reading

PERCAYA WALAU MUSTAHIL

Bacaan: LUKAS 1:26-38

Mustahil adalah batas pikiran manusia ketika logika tidak dapat menjangkaunya. Mustahil juga menjadi kata yang amat menggelisahkan saat waktu mendesak dan mengancam kelangsungan hidup kita. Mustahil perwujudan dari keraguan dan kebimbangan yang menendang kita keluar dari keyakinan kita. Apa yang harus dilakukan? Tetap percaya walau mustahil? Terdengar naif bukan? Ya memang terdengar naif, tetapi itu adalah sebuah langkah iman. Natal dimulai dari kemustahilan. Continue reading

YESUS CAHAYA KEMULIAAN ALLAH

Bacaan: IBRANI 1 : 1-4

Pada waktu kita merayakan Natal, maka kita perlu mengingat alasan adanya Natal. Yesus, adalah alasan adanya Natal. Tanpa Dia, tidak akan ada Natal sejati. Sangat menyedihkan jutaan orang merayakan Natal tanpa pengertian yang benar.

Yesus datang bukan sekedar memberikan kita liburan Natal, kado Natal, waktu bertemu handai taulan. Tetapi Dia datang untuk memberikan hal-hal yang jauh lebih besar dari semua itu. Yesus datang untuk menyatakan pribadi Allah. Di dalam Ibrani 1 : 3 dikatakan bahwa Yesus adalah “cahaya kemuliaan Allah” dan “gambar wujud Allah”. Sepanjang sejarah manusia telah berusaha mencari Allah dengan kekuatan mereka, dan sepanjang sejarah kita telah melihat kegagalan manusia. Kebenarannya ialah: kita tidak bisa menemukan Allah sampai Dia menyatakan diri-Nya kepada kita lewat Yesus Kristus. Kalau kita ingin mengenal Allah, maka kita perlu mengenal Yesus. Allah Bapa memberikan kepada kita Anak-Nya yang tunggal agar kita dapat mengenal Allah Bapa melalui Dia. Continue reading