Sambut Kebangkitan-Nya: Hadirkan Kehidupan

Image from canadianmennonite.org

Dalam buku Death and Dying, Elisabeth Kübler-Ross menerangkan bahwa ada 5 fase saat seseorang menghadapi kematian; yaitu denial (penolakan), anger (kemarahan), bargaining (penawaran), depression (depresi), dan acceptance (penerimaan). Kelimanya bisa tidak berurutan dan fase-fase tersebut juga dapat dialami oleh keluarga yang ditinggalkan. Kalaupun bukan karena sakit, kematian yang mendadak dari orang yang dikasihi juga bisa membuat seseorang mengalami fase-fase sulit tersebut—bahkan cenderung lebih sulit menerima kematiannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa dia akan merasa hidupnya tidak akan sama lagi, bahkan bisa sampai kehilangan gairah untuk hidup.

Continue reading

Berbalik Dalam Damai

Photo by Ben White on Unsplash

LUKAS 3: 1-6

Menanti atau menunggu adalah suatu keadaan yang bisa dimaknai dengan berbagai cara dan melibatkan perasaan yang berbeda-beda, tergantung dari apa atau siapa yang dinantikan. Dalam masa-masa penantian ada orang yang berusaha mempersiapkan diri dan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Tetapi ada pula yang bersantai ria dan tidak terlalu peduli tentang siapa yang akan datang atau apa yang akan terjadi. Ada yang hanya berdiam diri saja dan tidak tahu mau melakukan apa. Bahkan juga ada yang terlalu bersukacita hingga sangat sibuk menyiapkan ini dan itu tetapi lupa menyiapkan diri sendiri.

Continue reading

HIDUP KARENA ANUGERAH ALLAH

Photo by Marvin Meyer on unsplash

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”

(Efesus 2 : 8, 9)

Beberapa waktu lalu beredar di media sosial, ada seekor anjing yang dibuang di gorong-gorong kemudian lubangnya ditutup papan. Anjing itu dibiarkan tidak bisa keluar dan dibiarkan pelan-pelan mati. Hingga ada orang yang membuka papan itu, dan tampaklah seekor anjing kurus, terluka, menjijikkan, menatap keluar. Segera anjing tersebut ditolong dan dirawatnya hingga sembuh. Kini, anjing itu menunjukkan kesetiaannya kepada penolongnya yang telah menyelamatkannya dari kematian. Continue reading

BERKAT KESELAMATAN YANG TAK TERKIRA

Seorang anak kecil bermain-main di ruang tamu dan tanpa sengaja memecahkan vas bunga kesayangan ibunya yang dibeli dari luar negeri. Oleh karena rasa takut maka anak tersebut mencoba untuk menyembunyikan vas bunga tersebut sambil mencoba untuk menyatukan kembali pecahan vas itu dengan lem. Setelah sekian lama berusaha akhirnya anak itu menyerah, dengan rasa takut dia akhirnya mengaku dan meminta maaf kepada ibunya. Sang ibu menasehati anaknya bahkan menanyakan kabar anaknya, apakah dia terluka atau tidak?! Lalu sang ibu memeluk anaknya dan berkata, “Karena kamu sudah mengaku kesalahanmu dan meminta maaf, ibu memaafkanmu, sebab kamu lebih berharga dari vas bunga itu!”. Dan hati anak itupun menjadi lega dan kagum kepada kebaikan ibunya, karena sebelumnya dia berpikir bahwa jika ibunya tahu dia memecahkan vas bunga kesayangan ibunya tentu dia akan dimarahi, dihukum tanpa ampun. Continue reading

MENGHADIRKAN KERAJAAN SORGA DI DUNIA

Bacaan: MATIUS 9:35-38

Apakah mungkin menghadirkan kerajaan sorga di dunia? Untuk menjawab pertanyaan ini pertama kita harus memahami dulu apa itu kerajaan sorga. Di dalam kitab Injil selain Matius, kerajaan sorga disebut juga kerajaan Allah. Kerajaan sorga bukanlah sebuah bangunan seperti kerajaan-kerajaan yang ada di bumi ini. Kerajaan sorga adalah pemerintahan Allah di dunia ini melalui Roh Kudus. Continue reading