jujur

Manusia yang Autentik

Apa sih yang dimaksudkan dengan manusia autentik (otentik) itu? ‘Autentik’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti: dapat dipercaya, asli, tulen, sah. Autentik merupakan bentuk orisinal (asli) yang sudah diproses sehingga menjadi lebih sempurna tanpa menghilangkan keasliannya. Seperti mutiara yang orisinal, setelah mendapat sentuhan (diproses) akan menjadi mutiara yang berharga, dan ia menjadi mutiara yang autentik.Read More »Manusia yang Autentik

Hidup Jujur: Saat Kata dan Laku Adalah Sama

Photo by Ales Krivec on Unsplash

Kisah Para Rasul 5: 1–11

Seorang peternak muda merasa bosan saat menggembalakan kambing-kambingnya di ladang. Ia kemudian mendapat ide untuk mengatasi kebosanannya. Apa yang ia lakukan? Ia naik ke pohon dan berteriak ke arah kampung “Kebakaran… kebakaran.. ada kebakaran di ladang!” Seketika itu, warga sekampung segera datang membawa ember berisi air untuk memadamkan api itu. Sampai di ladang, mereka semua bingung sebab tidak ada api sama sekali. Sang peternak itu terkikik menahan tawa di atas pohon melihat tampang bodoh orang-orang itu.Read More »Hidup Jujur: Saat Kata dan Laku Adalah Sama

Hidup Jujur: Berani Ambil Risiko!

Mazmur 34 : 9–14; Kejadian 20 : 1–18

Bertahan hidup merupakan salah satu naluri semua makhluk yang hidup; baik tumbuhan, binatang, dan juga manusia. Yang membedakan yaitu bahwa tumbuhan bertahan hidup hanya dengan menyerap zat-zat yang ada di dalam tanah untuk terus bertumbuh dan berbuah, binatang bertahan hidup dengan cara mencari makanan bagi diri mereka, dan manusia bertahan hidup dengan berbagai macam cara; termasuk dengan cara yang mencelakai sesamanya.Read More »Hidup Jujur: Berani Ambil Risiko!

Pondasi Kejujuran: Hormat Pada Allah

Photo by Erik Witsoe on Unsplash

Mazmur 119 : 1-8, Kejadian 39 : 1-23

Beberapa hari yang lalu, saya menonton sebuah film yang menceritakan tentang tokoh utama yang terus diingatkan untuk mendengarkan suara hati nuraninya sebelum mengambil keputusan—yang seringkali di luar pikiran teman-temannya. Meski demikian, di akhir tindakannya, dia tahu bahwa apa yang dilakukannya benar. Sekalipun orang-orang tidak memahami jalan pikirannya, dia percaya hati nuraninya mengatakan hal yang tepat untuk dilakukan. Tentunya ini karena berbagai pengalaman yang telah dialami sang tokoh sebelumnya yang membentuknya menjadi pribadi yang berbesar hati danmemilih untuk tidak egois.

Read More »Pondasi Kejujuran: Hormat Pada Allah