Hidup Jujur: Saat Kata dan Laku Adalah Sama

Photo by Ales Krivec on Unsplash

Kisah Para Rasul 5: 1–11

Seorang peternak muda merasa bosan saat menggembalakan kambing-kambingnya di ladang. Ia kemudian mendapat ide untuk mengatasi kebosanannya. Apa yang ia lakukan? Ia naik ke pohon dan berteriak ke arah kampung “Kebakaran… kebakaran.. ada kebakaran di ladang!” Seketika itu, warga sekampung segera datang membawa ember berisi air untuk memadamkan api itu. Sampai di ladang, mereka semua bingung sebab tidak ada api sama sekali. Sang peternak itu terkikik menahan tawa di atas pohon melihat tampang bodoh orang-orang itu. Continue reading

HARGA DARI KETAATAN

Bacaan: ROMA 6:1-11

Kita semua yang hidup di zaman ini menjadi saksi atas percepatan pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat luar biasa. Di zaman yang semakin modern ini, hidup manusia menjadi semakin mudah, nyaman, dan dinamis. Akan tetapi dibalik keberhasilan itu, terdapat keprihatinan akan terjadinya perubahan sosial yang ditandai kehidupan yang semakin individualistik, serta pandangan terhadap norma, etika, dan moral yang semakin longgar. Banyak perilaku yang di masa lalu dianggap tabu dan memalukan, hari ini sudah dianggap biasa. Continue reading

BERINTEGRITAS DALAM PENCOBAAN

Secara singkat hidup yang berintegritas adalah kehidupan yang utuh; sejalan dari apa yang diimani, apa yang dipikirkan, dikatakan dan dilakukan. Namun hidup berintegritas bukanlah hal yang mudah, terutama jika kita diperhadapkan pada godaan atau tantangan atau bahkan ancaman.

Contohnya kehidupan Adam dan Hawa. Mereka yang hidupnya dekat dengan Tuhan, telah melihat sendiri betapa Tuhan penuh kuasa dan kasih, tetapi ketika diperhadapkan pada godaan untuk menjadi sama seperti Tuhan, mereka jatuh dalam dosa. Dimulai dari dosa karena tidak taat, lalu berbohong dan saling menyalahkan (tidak mau mengakui dosa dan kesalahan di hadapan Tuhan). Continue reading

BERINTEGRITAS DAN RESPONSIF SETURUT FIRMAN-NYA

Bacaan: Ulangan 30:15-20

Akhir-akhir ini kita sering melihat – khususnya di televisi dan di media sosial – kecenderungan orang ingin bebas melakukan apa saja yang diinginkannya, bahkan tidak jarang dari mereka yang tidak peduli terhadap orang lain. Kebebasan yang akhirnya kebablasan. Ada yang dengan terang-terangan menghina, merendahkan, menjelekkan, bahkan “membunuh karakter” orang lain dengan segala cara. Bahkan yang sedang terjadi sekarang ini adalah dengan sengaja membuat dan menyebarkan berita palsu (Hoax). Continue reading

MENJADI SAKSI YANG BERINTEGRITAS

Bacaan: YOHANES 1 : 29-42

Untuk mengungkap kebenaran, dalam setiap pengadilan hakim selalu memeriksa bukti-bukti, juga mendengar keterangan dari para saksi. Keterangan saksi dianggap penting karena seseorang yang diajukan sebagai saksi dianggap memiliki pengetahuan terhadap peristiwa yang sedang diperkarakan. Kualifikasi seorang saksi diukur dari keberadaannya di TKP, apa yang dilihatnya dan diketahuinya atau pemahamannya terhadap materi pemeriksaan. Oleh karena itu, sebuah kesaksian yang tidak didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang benar dianggap sebagai kesaksian yang lemah. Dalam setiap pengadilan, integritas seorang saksi benar-benar diuji sebelum kesaksiannya diterima. Continue reading