firman

Transformasi Berita Injil

Photo by Aaron Burden on Unsplash

“Bukankah firman-Ku seperti api, demikian firman TUHAN dan seperti palu
yang menghancurkan batu?” (Yeremia 23 : 29)

 

Dalam pemerintahan kerajaan, titah atau sabda pangandika raja memiliki kuasa yang sangat besar. Apa yang dikatakan bisa menjadi petaka atau berkah bagi rakyatnya. Titah raja menjadi hukum yang harus dilaksanakan, entah itu benar atau salah. Tidak ada yang berani menentang titah itu, karena kalau menentang bisa berarti mati.Read More »Transformasi Berita Injil

MENDENGAR ATAU MENDENGARKAN

Image by Alireza Attari on Unsplash

Mendengar dan mendengarkan merupakan dua hal yang berbeda sekalipun sama-sama dari kata dasar dengar. Mendengar lebih pada fungsi dan kerja telinga secara fisik, tetapi mendengarkan tidak hanya dengan telinga tetapi dengan pandangan dan hati kita pada siapa yang berbicara. Setiap orang bisa mendengar, tetapi belum tentu mendengarkan.Read More »MENDENGAR ATAU MENDENGARKAN

JARKONI

Suatu hari anak kami yang berusia 5 tahun bertanya kepada saya “Kenapa kalau Papa boleh main handphone sambil tiduran, kalau saya ga’ boleh, Ma?” ketika memperhatikan Papanya melihat handphone sambil tiduran. Lalu saya menjawab “Iya, seharusnya memang tidak boleh, sana kamu bilang ke Papa kalau tidak boleh lihat handphone sambil tiduran, nanti matanya sakit”.

Kita sebagai orangtua masih seringkali jatuh di area ini. Kita menjadi orangtua yang JARKONI (iso ujar ra iso nglakoni) – bisa atau bahkan fasih memberi pengajaran (atau nasihat) namun kita sendiri tidak melakukan apa yang kita ajarkan. Kita menasehati anak untuk rajin berdoa dan membaca Alkitab, namun kita sendiri jarang melakukannya. Kita menasehati anak untuk murah hati, namun ketika melihat teman atau saudara yang memerlukan, kita hanya berdiam diri. Kita menasehati anak untuk menjadi pribadi yang jujur, namun kita mudah sekali berbohong.Read More »JARKONI

PEMULIHAN DIMULAI DARI KETERBUKAAN MENERIMA FIRMAN-NYA

Bacaan : NEHEMIA 8:1-10

Kitab Nehemia mencatat masa-masa ketika orang Yahudi kembali ke negeri mereka setelah pembuangan di Babel dan Persia. Mereka kembali ke Yerusalem yang telah hancur. Nehemia, yang hidup sezaman dengan Ezra, atas kuasa Raja Artahsasta pergi ke Yerusalem untuk menjadi gubernur dan membangun kembali tembok-tembok kota. Ia mengerahkan orang-orang sebangsanya untuk membangun kembali seluruh tembok kota dalam 52 hari saja sekalipun terjadi pertentangan yang gigih.Read More »PEMULIHAN DIMULAI DARI KETERBUKAAN MENERIMA FIRMAN-NYA