Hidup Jujur: Berani Ambil Risiko!

Mazmur 34 : 9–14; Kejadian 20 : 1–18

Bertahan hidup merupakan salah satu naluri semua makhluk yang hidup; baik tumbuhan, binatang, dan juga manusia. Yang membedakan yaitu bahwa tumbuhan bertahan hidup hanya dengan menyerap zat-zat yang ada di dalam tanah untuk terus bertumbuh dan berbuah, binatang bertahan hidup dengan cara mencari makanan bagi diri mereka, dan manusia bertahan hidup dengan berbagai macam cara; termasuk dengan cara yang mencelakai sesamanya. Continue reading

Pondasi Kejujuran: Hormat Pada Allah

Photo by Erik Witsoe on Unsplash

Mazmur 119 : 1-8, Kejadian 39 : 1-23

Beberapa hari yang lalu, saya menonton sebuah film yang menceritakan tentang tokoh utama yang terus diingatkan untuk mendengarkan suara hati nuraninya sebelum mengambil keputusan—yang seringkali di luar pikiran teman-temannya. Meski demikian, di akhir tindakannya, dia tahu bahwa apa yang dilakukannya benar. Sekalipun orang-orang tidak memahami jalan pikirannya, dia percaya hati nuraninya mengatakan hal yang tepat untuk dilakukan. Tentunya ini karena berbagai pengalaman yang telah dialami sang tokoh sebelumnya yang membentuknya menjadi pribadi yang berbesar hati danmemilih untuk tidak egois.

Continue reading

Karena Daging itu Enak …

Photo by Ismail Hamzah on Unsplash

Roh memang penurut, tetapi daging…?” Sebuah pertanyaan terlontar ketika pengkhotbah sedang memimpin renungan. Serentak kami menjawab, “Lemah!

Bukan”, jawabnya. “Roh memang penurut, tetapi daging enak!

Sesaat itu pula seluruh pendengar di dalam ruangan tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang disampaikan pengkhotbah. Saya dan beberapa kawan masih mengingatnya hingga hari ini. Sebuah satire yang hendak menyinggung manusia bahwa kedagingan itu begitu menggoda setiap waktu. Nikmatnya bukan main dan bisa mempengaruhi siapa saja. Tak peduli seorang yang sering berkhotbah KKR, memegang jabatan prestisius di gereja, dikenal dermawan di masyarakat, hingga orang biasa-biasa saja. Continue reading

Allah Sumber Kuatku

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Ya Allah, kelu bibirku di hadapan-Mu..
Sebab segala pergumulan dan kelemahanku membuatku jatuh
dan jauh dari pada-Mu.
Tak ada kekuatan yang tersisa pada diriku, selain mengadu pada-Mu
Seperti pemazmur yang seakan mengatakan seluruh isi hatinya “Tetapi
Engkau, janganlah jauh, Ya Tuhan, datanglah segera menolong aku. Sebab
Engkaulah kekuatanku.

Continue reading

Berpartisipasi Dalam Cinta Allah Trinitas

Image from christianity.com

Manusia memiliki keterbatasan untuk dapat mengerti segala sesuatu secara penuh. Termasuk memahami tentang Trinitas. Pdt. Joas Adiprasetya Ph.D menggambarkan Trinitas seperti perikoresis, suatu gerak seirama dari Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus; yang menghasilkan tarian indah sehingga tak mampu lagi dipisah-pisahkan apa dan bagaimananya, namun secara bersamaan dapat menunjukkan keberadaan-Nya dalam siluet yang berbeda-beda. Continue reading