TETAP TEGUH BERPEGANG PADA TUHAN YESUS

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

1 Yohanes 2:27-28


Pergumulan tentang berbagai pengajaran yang berbeda memang bukan hal baru dikalangan kekristenan, dan dengan berbagai macam pengajaran yang berbeda inilah umat seringkali dibingungkan. Sebab dalam hati kecil setiap orang pasti bertanya-tanya, ”Ajaran yang manakah yang benar ?” dan “Apakah berarti yang memiliki ajaran berbeda itu pasti sesat ?”, dan yang terpenting adalah “Bagaimana harus menyikapi penyesatan ?”.

Pertama harus kita sadari bahwa hadirnya para penyesat itu adalah sebuah kenyataan pahit yang sudah terjadi dari sejak gereja mula-mula sampai saat ini. Dari masa ke masa semakin bervariasi model pengajarannya dan strategi penyebarannya juga bermacam-macam. Dari yang secara ekstrim melawan pengajaran yang umum, sampai pada cara yang perlahan dan lembut tetapi secara pasti menggeser iman percaya umat dari Tuhan Yesus Kristus.

Namun surat 1 Yohanes 2 ini mengingatkan kepada kita untuk tetap teguh dalam pengajaran yang sehat, yaitu iman yang fokus kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai pusatnya. Apa yang Yesus ajarkan dan teladankan : tentang jati diri Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah penebus dosa dunia; hanya di dalam Yesus Kristuslah keselamatan kita !

Sebab memang sesungguhnya keseluruhan Alkitab itu menuju kepada kehendak Allah di dalam Yesus Kristus; apa yang Yesus katakan, ajarkan, teladankan, itulah yang menjadi pengajaran sehat bagi kita sebagai umat Tuhan.  Dan kita diajak untuk tetap teguh pada kasih dan pengampunan Allah itu sebagaimana diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus sampai pada kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya yang memulihkan.

Kita diajak untuk melawan ajaran dari para penyesat dengan tindakan konkrit yang diajarkan dan dilakukan oleh Tuhan Yesus. Sebab memang penyesatan itu pasti ada, tetapi baiklah kita tetap berlaku lurus dan tulus di dalam Tuhan. Kita melawan penyesatan bukan dengan kebencian, tetapi belas kasihan; dan kita melawan bukan dengan kekuasaan dan kekerasan, tetapi dengan keteguhan hati pada keteladanan dan ajaran Tuhan Yesus. Selamat memperjuangkan iman dalam kasih Allah. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk perkembangan mental anak-anak di tengah pengaruh dunia.

2. Untuk masa raya Paska dan Pentakosta.

3. Untuk kondisi kondusif dan aman selama masa liburan panjang lebaran.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi