TELADAN PEMIMPIN

  •  Sujud Swastoko
  •  

Titus 1:5-10

”Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu, yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu istri, yang anak-anaknya beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.” (ay.5-6 TB2)

Seorang pemimpin jemaat harus memiliki karakter dan integritas yang baik sehingga bisa menjadi teladan bagi anggota jemaatnya. Hal itu pula yang diharapkan Rasul Paulus terhadap Jemaat di Kreta. Kreta merupakan sebuah wilayah kepulauan yang ada di Yunani. Sebagian orang Kreta sudah menerima berita Injil Yesus Kristus, namun kehidupan Rohani mereka harus dibangun dengan benar.

Paulus mengetahui di Kreta banyak orang Kristen yang tidak tertib hidupnya. Mereka berpegang pada hukum sunat dan mengikuti pikiran yang sesat. Mereka terpengaruh dengan dongeng-dongeng Yunani dan mengikuti perintah-perintah manusia yang berlawanan dengan kebenaran Kristus.

Oleh karena itulah, Titus, salah satu anak rohani Paulus, sengaja ditinggalkan Paulus di Kreta agar membangun jemaat di situ dengan baik, berdasar ajaran Kristus. Titus diberikan tugas Paulus untuk ”mengatur apa yang masih perlu diatur, dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota.” (ay.5)

Para penatua yang ditetapkan untuk memimpin jemaat harus memiliki keteladanan hidup yang baik. Mereka menjadi pengatur rumah Allah sehingga hidupnya harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah. Jadi mereka harus memiliki karakter yang rendah hati dan perilaku yang baik. Jangan sampai mempermalukan Tuhan.

Karakter yang dipersyaratkan Paulus untuk penatua adalah suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan-perkataan yang benar sesuai dengan ajaran yang sehat. Dengan demikian maka ia bisa menasehati orang lain berdasarkan ajaran kebenaran dan bisa meyakinkan penentang-penentangnya.

Persyaratan sebagai penatua memang berat, tetapi Tuhan akan memberikan pertolongan yaitu melalui pimpinan Roh Kudus. Yang penting mereka taat kepada Tuhan dan memiliki karakter seperti Kristus, yaitu hidupnya menjadi teladan, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Karakter seperti Kristus bukan hanya diperuntukkan bagi para pemimpin gereja, tetapi juga bagi orang yang percaya kepada Kristus.

Orang Kristen harus memiliki kehidupan yang benar untuk menunjukkan imannya di dalam Kristus. Karakter tersebut bisa dilihat saat kita menjalani kehidupan ini dan berhadapan dengan persoalan-persoalan keseharian, termasuk saat mendengar ajaran yang bertentangan dengan Alkitab. Apakah kita tetap taat pada kebenaran firman Tuhan, atau mengikuti pikiran manusia dan lebih percaya kepada ajaran yang menyesatkan, yang membawa kita menjauh dari Kristus? 

Kiranya Roh Kudus menolong kita agar hidup kita tetap berpadanan dengan firman Tuhan dan bisa menjadi teladan bagi orang lain. Amin.  

Pokok Doa
1. Suasana politik di Indonesia tetap kondusif dan aman.
2. Pelayanan di GKI Coyudan menjadi berkat.
3. Pergumulan yang dihadapi anggota jemaat dan simpatisan.
 
Sujud Swastoko