PILIHLAH ARAH YANG BENAR!

  •  Admin
  •  

Bacaan: Yehezkiel 7:1-8


Kitab Yehezkiel dibuat pada masa pembuangan bangsa Israel dan tergolong sebagai salah satu Kitab kenabian. Oleh sebab itu, tujuan utama dari Kitab Yehezkiel adalah untuk mendidik, memperingatkan, dan mengajak umat yang tersesat untuk kembali kepada Tuhan dan menghindari hukuman yang akan datang. Dengan demikian, penghukuman Allah dalam kitab ini tertuang melalui simbolisme serta ilustrasi dramatis yang hendak menyampaikan pesan moral dan rohani kepada umat Israel. 

Yehezkiel pasal yang ke-7 memperlihatkan Allah yang murka terhadap bangsa Israel. Murka Allah dijelaskan melalui keempat nubuatan pendek mengenai bencana yang akan dialami oleh setiap mereka yang berada di dalam negeri tersebut. Bukan tanpa alasan Allah murka, melainkan seperti yang tertera pada ayat 4: “Aku tidak akan merasa sayang kepadamu dan tidak akan kenal belas kasihan. Tetapi, Aku akan membalas engkau sepadan dengan tingkah lakumu dan perbuatan-perbuatanmu yang menjijikan akan menimpamu”. (Yeh. 7:4) Kemurkaan Allah terjadi selaras dengan tingkah laku dan perbuatan bangsa Israel yang tidak berkenan dihadapan Allah. Maka, penghakiman Allah merupakan risiko dari pilihan (untuk hidup melenceng dari kehendak Allah) yang mereka ambil.  

Murka Allah kepada bangsa Israel mau menunjukan bahwa Allah merupakan Allah yang tegas dan adil. Ketegasan dan keadilan Allah terlihat melalui bagaimana respon Allah terhadap kehidupan umat Israel yang melenceng, namun yang perlu diperhatikan dan menjadi fokus utamanya adalah bukan kepada Allah yang menghukum, melainkan Allah kita adalah Allah yang tidak dapat dipermainkan. Benar bahwa Allah itu penuh kasih, namun bukan berarti kita dapat seenaknya sendiri melakukan hal yang bertolak belakang dengan Firman-Nya. Dengan murka Allah kepada Bangsa Israel, Allah memberikan peringatan tentang keseriusan-Nya menanggapi keberdosaan. Hal ini sejalan dengan kasih-Nya yang tak terbatas terhadap kita umat kepunyaan-Nya, yang diperlihatkan dengan memberikan nasehat untuk jangan salah dalam memilih jalannya kehidupan karena selalu ada risiko dari setiap jalan kehidupan yang kita pilih. 

Oleh sebab itu, kita umat-Nya di masa kini, diingatkan untuk segera kembali mengasihi-Nya dengan melakukan segala perintah-Nya di dalam kehidupan kita. Karena kita perlu memiliki kesadaran bahwa jalannya kehidupan ini tak terlepas dari pilihan yang kita ambil. Ketika kita berani memilih sesuatu hal dalam kehidupan ini, berarti kita sudah siap dengan segala risiko yang akan datang. Namun disela kita memilih, Allah senantiasa mengingatkan dan menuntun kita agar dapat memilih jalan yang benar yaitu: sejalan dengan Firman Allah, sehingga kita tidak akan salah arah.

Pokok Doa:
1. Keutuhan dan kedamaian NKRI.
2. Bagi yang sedang sakit dan dalam perawatan.
3. Persiapan rangkaian natal GKI Coyudan.

Raphael Timotius Suy