MEWASPADAI KEKUASAAN

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Jumat, 27 September 2024


MEWASPADAI KEKUASAAN

Kisah Para Rasul 12:20-23



Kisah Raja Herodes memang sangat tragis. Raja Herodes yang memerintah wilayah di Galilea berusaha untuk mendapat simpati dari orang-orang Yahudi. Caranya adalah dengan bertindak keras terhadap orang-orang percaya. Bahkan, dia menyuruh prajuritnya untuk membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. 


Apa yang dilakukan Raja Herodes terhadap Yakobus ternyata menyenangkan hati orang-orang Yahudi. Karena itulah kemudian Raja Herodes memerintahkan orang-orangnya untuk menangkap Petrus, dan menahannya dalam penjara dengan pengawalan empat regu. Direncanakan sehabis Paskah, Raja Herodes menghadapkan Petrus ke orang banyak. 

Namun ternyata berkat perlindungan dan pimpinan Tuhan, Petrus bisa lepas dari penjara. Akibatnya Raja Herodes marah sehingga para prajurit yang menjaganya dibunuh.


Suatu ketika Raja Herodes mengenakan pakaian kerajaan, duduk di atas tahta dan berpidato kepada orang-orang Yahudi. Dan rakyat menyambutnya dengan sorakan dan mengatakan bahwa Raja  Herodes “merupakan suara ilahi dan bukan suara manusia” . Karena tidak menghormati Allah, maka Raja Herodes ditampar malaikat Tuhan sampai akhirnya meninggal.


Belajar dari peristiwa yang dialami Raja Herodes, kita tahu bahwa kekuasaan ada batasnya. Raja Herodes dengan kuasanya telah melakukan banyak kejahatan, termasuk membunuh Yohanes Pembaptis dan Yakobus. Herodes merasa dirinya sebagai ilah yang patut disembah, bahkan rakyat menganggap suaranya adalah suara Allah. Tentu saja hal ini mendatangkan murka Allah..

Sebagai orang percaya, kita memiliki misi dari Allah untuk memberitakan Injil Yesus Kristus melalui seluruh aspek kehidupan kita. Misi inilah yang perlu terus dijalankan dengan tetap merendahkan diri di hadapan Tuhan. Pada saat Roh Kudus ada di dalam hidup kita maka kita harus memuliakan nama Tuhan.

Tidak jarang kita menjumpai orang yang begitu percaya diri dengan kekuasaan yang dipunyainya, seolah semua bisa diatur olehnya, sehingga kekuasaan digunakan untuk kepentingannya sendiri. Yang lebih celaka adalah dia sampai meninggalkan Tuhan, bahkan merasa dirinya sebagai Tuhan yang bisa berbuat sekehendak hatinya.

Oleh karena itu, dalam hidup ini kita harus senantiasa waspada terhadap kekuasaan yang diberikan kepada kita. Bertindaklah dengan hati-hati jangan sampai kita lupa bahwa kuasa yang diberikan dalam hidup ini ditujukan untuk kemuliaan Tuhan..

Kiranya Roh Kudus menyertai dan menolong kita. Amin.


Pokok Doa

1. Persiapan Ibadah Minggu.

2. Persoalan keluarga, agar diberikan damai sejahtera.

3. Yang sedang sakit diberikan kekuatan dan kesembuhan.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.