KASIH YANG SEMULA

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Bacaan : Wahyu 2:1-7

Wahyu 2:1-7 ini berisikan pujian Tuhan kepada jemaat Tuhan di Efesus. Pujian ini diberikan karena jemaat Efesus adalah jemaat yang bekerja keras untuk Tuhan dan bertekun dengan luar biasa dalam pelayanan. Mereka punya keberanian dan hikmat Tuhan untuk dapat membedakan ajaran yang palsu dan ajaran yang benar, dan hidup dalam kesabaran dan ketabahan menghadapi semua itu.

Tetapi melalui Wahyu 2:1-7 ini, Tuhan  sekaligus memberikan sebuah teguran keras kepada jemaat Efesus ! Yaitu bahwa mereka telah kehilangan sesuatu yang berharga dari kehidupan iman mereka, apa itu ?! Kasih yang semula ! 

Kasih yang semula ini menggambarkan bahwa segala sesuatu yang mereka lakukan dalam pelayanan mereka semata-mata hanyalah tugas dan tanggungjawab ! Dengan kata lain, jemaat Efesus telah kehilangan hati yang mengasihi Tuhan dan kehilangan hati untuk mengasihi sesama ! Mereka tidak lagi bersemangat dalam melakukan pelayanan mereka dalam kehangatan kasih Allah tetapi dengan hati yang dingin kepada sesama ! 

Inilah yang dikatakan bahwa mereka telah jatuh sangat dalam dan harus segera bertobat ! Sebab jika tidak segera bertobat, Tuhan akan mengambil kaki dian mereka, yaitu firman yang ada di dalam hati dan menerangi hati umat-Nya.

Teguran ini tentu juga bisa berlaku bagi kita di masa kini; yaitu ketika fokus hidup kita bukanlah lagi untuk Tuhan, tetapi untuk diri kita sendiri ! Ketika kita melakukan pelayanan hanya sebagai tugas atau bahkan dianggap sebagai beban yang diberikan kepada kita; dan di sisi lain kita mengerjakan pelayanan bukan dengan kasih tetapi kecurigaan, persaingan dan bahkan permusuhan !

Ingatlah kasihmu yang semula ! Itulah seruan yang disampaikan firman Tuhan kepada kita juga di masa kini. Agar kita selalu mengingat perasaan kasih kita ketika pertama kali kita menjadi percaya. Perasaan penuh semangat untuk terus belajar dan hidup dalam kehendak Allah setiap hari. Berdoa dan bekerja dalam rasa syukur atas anugerah Allah kepada kita.

Peliharalah kasih kita pada Tuhan, sebab itulah kekuatan iman kita yang sejati. Peliharalah dengan terus menjalin relasi pribadi dengan Tuhan setiap hari, seperti rasa rindu kita untuk terus berjumpa dengan kekasih hati. Peliharalah dengan melakukan segala sesuatu kepada sesama atas dasar kasih kita kepada Tuhan. Amin.

Pokok Doa :
1.    Untuk kesatuan dan persatuan Indonesia sebagai bangsa dan negara.
2.    Untuk keluarga-keluarga dalam masa liburan.