HIDUP SEBAGAI HAMBA ALLAH

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Bacaan: 1 Petrus 2:11-17

Seorang hamba tentulah menjadi milik tuannya. Dalam arti bahwa sang hamba terikat kepada tuannya dan wajib melakukan perintah tuannya. Demikian pula menjadi hamba Allah. Kita akan terikat dan wajib melakukan perintah-Nya. Tetapi perintah apakah yang diberikan kepada kita saat ini?

Dari perikop yang kita baca rasul Petrus mengingatkan jemaatnya untuk tunduk kepada lembaga manusia baik kepada raja maupun wali-walinya. Jelas bahwa penggunaan kata "lembaga manusia" menunjukkan bahwa lembaga-lembaga tersebut bukanlah lembaga rohani atau Ilahi. Pandangan ini juga menunjukkan bahwa Petrus sedang menentang sebuah ajaran tentang menuhankan raja atau kaisar pada waktu itu.

Kaisar atau raja pada waktu itu dianggap sebagai Tuhan. Sehingga membuat semua orang wajib tunduk kepada raja. Menariknya Petrus menyebut jemaatnya dengan sebutan "pendatang dan perantau" (ay.11). Sehingga seolah-olah Petrus sedang memisahkan jemaatnya dari daerah kekuasaan si raja atau kaisar yang pada waktu itu memimpin. Maka status dari jemaatnya tidak lagi memiliki kewajiban untuk tunduk dan menuhankan raja pada waktu itu. Selain itu, Petrus memisahkan jemaat dari daerah kekuasaan sang raja karena jemaatnya adalah orang-orang yang telah percaya kepada Yesus. Sehingga status mereka telah berubah menjadi hamba-hamba Allah.

Jika demikian berarti jemaat yang sudah menjadi hamba Allah tidak lagi memiliki kewajiban untuk menyembah raja atau kaisar. Tetapi bukan berarti tidak menghormati raja atau kaisar. Menghormati adalah dengan melakukan aturan-aturan yang ada sehingga jemaat bisa disebut sebagai warga negara yang baik. Selain itu jelas apa yang dikatakan Petrus yaitu jemaat perlu tunduk kepada lembaga manusia yang menghukum orang-orang jahat yang juga selaras dengan hukum Tuhan (ay. 14). Lalu Petrus juga berkata dengan menjadi warga negara yang baik dapat "membungkam kepicikan-kepicikan orang bodoh" (ay. 15). Artinya yaitu ketika kita berbuat baik kita menjadi contoh bagi orang-orang yang tidak percaya. Di ayat 12, Petrus juga telah menyinggung hal ini yaitu bahwa ketika jemaat dapat berbuat baik lalu difitnah, jemaat didapati sebagai warga negara yang baik karena melakukan kehendak Allah, dan bisa jadi orang-orang yang memfitnah itu justru akan menjadi percaya kepada Tuhan.

Mengapa saya katakan bahwa menjadi warga negara yang baik adalah karena melakukan kehendak Allah? Karena sebenarnya inti dari perikop yang kita baca adalah bagaimana kita menjadi hamba Allah yang sudah terikat dengan Allah dan wajib melakukan kehendak-Nya. Salah satu kehendak Allah adalah menghormati pemerintah yang juga sudah ditetapkan Allah sebagai hamba Allah (Rom 13:4). Selain itu sebelum Petrus menyebut kepada siapa jemaat perlu tunduk ia berkata "karena Allah", yang menunjukkan bahwa inilah sebabnya kita perlu tunduk (ay. 13). Pada akhirnya Petrus kembali mengingatkan jemaat untuk hidup merdeka sebagai hamba Allah. Bukan justru menjadikan kemerdekaan sebagai sesuatu yang membuat mereka bisa melakukan segala sesuatu dengan semena-mena (ay. 16).

Kita memang sudah dimerdekakan oleh darah Yesus. Tetapi kita sekarang telah menjadi hamba Allah, yang tetap perlu melakukan kehendak Allah dalam kehidupan kita. Kita telah dimerdekakan dari hukuman dosa maka kita perlu hidup bagi Allah. Dalam hal ini khususnya, kita perlu belajar untuk menghormati semua orang yang memang layak mendapatkan hormat itu, seperti pemerintah, orang-orang yang kita tuakan atau orang tua kita, dan yang lainnya. Serta kita belajar untuk mengasihi sesama kita, dan juga takut akan Tuhan.

Pokok Doa:
1. Persiapan kebaktian Minggu GKI Coyudan
2. Pemerintah dan menteri-menterinya dalam pengambilan keputusan juga dalam kehidupan pribadi mereka
3. Jemaat yang sedang bergumul dan juga yang sedang sakit