BIJAK DALAM MENJALANI HIDUP

  •  Lydia Kwa She Ing
  •  

Mazmur 90 : 10-12

 

Bagaimana kita bisa menjalani hidup dengan bijak dan seperti apa hidup yang bijak itu? Untuk dapat menjalani hidup dengan bijak, kita dapat meneladani pribadi yang satu ini yaitu Tuhan Yesus sendiri. Kehidupan Tuhan Yesus di dunia memberikan kepada kita keteladanan tentang bagaimana bijak dalam menjalani hidup. Setidaknya ada lima hal yang dapat saya temukan yaitu:

 1.   Memiliki kasih yang tulus kepada sesama

Kehidupan Tuhan Yesus di dunia, dari kelahiran sampai dengan kematian-Nya menunjukkan kasih yang besar dan tulus kepada manusia. Karena itu kita juga harus belajar mengasihi sesama dengan tulus tanpa membeda-bedakan status sosial, kekayaan dlsb.

  2.  Memiliki hati yang mengampuni

Di dalam hidup ini, kita mungkin berjumpa dengan sesama yang menyakiti, membully, memfitnah dsb, kita tidak boleh larut dalam membenci mereka tetapi  belajar mengolah hati untuk sedia mengampuni. Meskipun tidak mudah, tetapi dengan pertolongan Tuhan kita akan dimampukan.

  3.  Taat kepada kehendak Bapa di surga.

Di dalam menjalani hidup sehari-hari kita harus selalu mencari apa kehendak-Nya untuk kita lakukan, supaya hidup kita berkenan kepadaNya.

  4.  Memiliki kerendahan hati

Merasa menjadi orang yang berhasil, pandai, dan paling senior membuat manusia sulit memiliki kerendahan hati. Tuhan membenci kesombongan karena itu kita harus menyadari ketidaksempurnaan sebagai manusia dan belajar menjadi pribadi yang rendah hati.

  5.  Memiliki kemurahan hati

Ingatlah kekayaan yang kita miliki berasal dari berkat Tuhan dan hanya titipan karena itu kita harus menggunakan dengan penuh tanggung jawab bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk membantu sesama yang membutuhkan.

 

Ada sebuah lagu lama yang sekarang sudah jarang kita dengar tetapi memiliki makna yang mendalam. Demikian liriknya: “Neng ndonya piro lawase, neng ndonya mung mampir ngombe. Elingo pra kanca marang uripmu, ngabektio marang Gustimu”

Lagu tersebut mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini seperti mampir minum artinya sangat singkat, karena itu kita harus ingat untuk menjalani hidup ini dengan bijak dan selalu memiliki tujuan untuk memuliakan Nama Tuhan.

(Pnt. Lydia Kwa She Ing