BERSUKACITA, BERTEKUN DAN BERDOA

  •  Anthon Karundeng
  •  

 


Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa 
Roma 12:12

Perhatikan ayat bacaan kita : ada tiga kata kerja utama yang disebut yaitu : Bersukacitalah, sabarlah, dan bertekunlah. 
Ketiga kata kerja itu berturut-turut dipasangkan dengan tiga kata lainnya: Pengharapan, kesesakan dan doa 

Mengapa demikian ?.
Pertama : Karena Tuhan tahu perasaan kita yang dengan mudah putus asa, bisa bosan, bisa susah. 
Saat mengalami tantangan hidup, pengharapan kita mudah lenyap dan hilang. Oleh karena itu Tuhan berkata, “bersukacitalah" sambil mengingat pengharapan kita bukan pada situasi dan kondisi berat yang dihadapi, tetapi kepada Dia Sang Sumber Pengharapan. 

Kedua :  Sabarlah di dalam kesesakan.
Kata sabar dipasangkan dengan kata kesesakan, karena orang yang sedang dalam kesesakan, misalnya : ditinggal mati pasangan hidup, usahanya bangkrut, sakit berkepanjangan, dll,  sulit untuk bisa bertahan dan bersabar. 
Sering mengeluh, menjerit, putus asa dalam kesesakan. 
Tidak sabar untuk menghadapinya, ingin cepat keluar dari kesesakan. 
Namun, TUHAN berkata, "BERSABARLAH" 
Pada umumnya manusia bisa sabar kalau semua lancar, padahal orang yang tidak ikut TUHAN pun juga bisa seperti itu, karena semua lancar-lancar saja. 
Namun ujian yang sesungguhnya bagi orang Kristen adalah pada saat ia mengalami kesesakan hidup.

Ketiga : Bertekunlah dalam doa
Ketekunan adalah hasil usaha atau perjuangan, artinya hal itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi perlu kesetiaan, perlu ketelatenan dan pengendalian diri. 
TUHAN memberikan  solusi pada ketiga pasangan kata ini. 
Untuk kita yang kehilangan pengharapan dan mengalami kesesakan, terus BERDOA dengan TEKUN dan SETIA. 
Tuhan pasti mendengar keluh kesah kita dan memberi pengharapan yang pasti. 

Mari kita belajar bersukacita, belajar berharap, belajar bersabar, belajar menikmati kesesakan, belajar bertekun, dan terus belajar berdoa. 
Sehingga hidup kita semakin berwarna dan warnanya akan semakin indah, karena ada karakter Kristus yang muncul dalam diri kita. 

Pengharapan muncul, kesesakan sirna, saat  berdoa dengan tekun di dalam Tuhan. 

Maka ketika ada beban dan pergumulan, kita membutuhkan kesabaran untuk melihat rencana Tuhan yang indah dalam hidup ini.

Sebagai anak anak Allah mari milikilah tiga kualitas hidup orang beriman  sebagaimana kita temukan dalam renungan hari ini. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan dan bertekun di dalam doa. 

Doa Pribadi :
- Berdoa untuk acara2 bulan anak.
- Berdoa untuk Panitia HUT GKI Coyudan ke 75 dan acara2 yang sedang disiapkan.
- Berdoa untuk orang2 sakit, dan yang berdukacita.

Pdt. Em. A.K.