BERANI MENYATAKAN KEBENARAN

  •  Johanis Melsasail
  •  

Bacaan: Yeremia 28:1-4

 

Dewasa ini, sering terdengar penipuan terjadi di mana-mana. Bisa saja terjadi dalam kehidupan para pemuka agama. Kebohongan terjadi karena orang-orang yang tahu akan hal yang benar memilih untuk diam atau tutup mulut. Ketika kebenaran tidak disampaikan, maka yang berkumandang adalah hal yang sebaliknya yaitu kebohongan. Dan semakin kebohongan itu disuarakan, maka hal yang tidak benar, lambat laun akan diterima oleh masyarakat sebagai kebenaran yang baru.

Yeremia sebagai Nabi yang di pilih Allah melawan Hananya yang adalah nabí palsu. Hananya bekerja untuk kerajaan di Yerusalem. la bernubuat hanya untuk menyenangkan penguasa di bait Allah dan kerajaan Yehuda. Sikap Hananya menimbulkan masalah di dalam tubuh umat Allah. Yeremia dimusuhi dan Hananya disenangi. Kenabian Yeremia terancam, sedangkan kenabian Hananya diakui. Hal ini dikarenakan Hananya telah menubuatkan kepada penduduk Israel dan kepada Raja hal-hal yang menyenangkan seluruh penduduk Yerusalem, sedangkan Yeremia tidak berbuat demikian. Akhirnya, Yeremia membela diri dengan menyatakan bahwa status nabi akan diakui, jikalau nubuatnya di genapi. Dan pada akhirnya Hananya dihukum TUHAN.

Keadaan seperti Yeremia versus Hananya masih ada  dalam kehidupan gereja. Banyak orang telah menganggap diri selaku "hamba TUHAN". Namun mereka berkhotbah dan mengajar atas nama TUHAN. Namun mereka memiliki tujuan pribadi yaitu mengabaikan kebenaran Allah dengan mengkhotbahkan apa yang enak didengar oleh pendengarnya. Padahal pengajarannya itu adalah hasil pikirannya sendiri, dan untuk membenarkannya tidak jarang memakai ayat-ayat Kitab Suci. Banyak orang telah dikelabui, sehingga mereka tidak mengenal ajaran sehat. 

Mereka itu tumbuh bagaikan kanker yang menggeroti tubuh Jemaat. Hati-hatilah! Karena itu, jika kita dipilih dan dipanggil Allah menjadi pelayan-pelayan-Nya, ikutilah Firman dan setia menyatakan kebenaran-Nya. Jangan takut kepada siapapun, karena Allah selalu menyertai engkau.

Pokok Doa:
1. Penatalayanan GKI Coyudan.
2. Pergumulan jemaat.
3. Pemerintah dan Bangsa Indonesia.