Teguh Meski Dicobai

Photo by Augustin GZN on Unsplash

Lukas 4 : 1–13

Alkisah ada tokoh yang sakti mandraguna namun jahat. Dia tak terkalahkan dan semakin berkuasa dalam kejahatannya. Hingga akhirnya, sang lakon mendapat penglihatan tentang celah untuk mengalahkan musuhnya itu dengan menyerang titik kelemahannya di bagian tumit kaki sebelah kiri. Dan benar, sang lakon hanya fokus untuk menyerang tumit kaki sebelah kiri, sehingga pada akhir cerita sang lakon dapat mengalahkan tokoh sakti yang jahat itu.

Continue reading

Taat Dalam Ketakjuban

Photo by Karl Fredrickson on Unsplash

Kita pasti pernah mendengarkan sebuah khotbah dimana sang pengkhotbah membawakan isi poin-poin khotbahnya dengan luar biasa, sangat kaya dalam menggali firman Tuhan, banyak ilustrasi yang sangat tepat dalam menggambarkan isi khotbahnya. Di samping itu pengkhotbahnya juga membawakan dengan penuh semangat, sangat komunikatif, dan variatif sehingga suasana dapat terbangun dan tidak monoton. Khotbah itu adalah khotbah yang sangat bagus sehingga banyak jemaat yang terkesima dan saling membicarakan dengan jemaat lain. “Khotbahnya tadi hebat tenan, bagus ya…, sangat mengena.”

Continue reading

Meja yang Tergores


Photo by John Mark Arnold on Unsplash

Mazmur 37: 1-11

Di kamar tidur kami terdapat sebuah meja putih yang selalu dipakai istri saya untuk bekerja. Saya ingat betul ketika saya mulai merakitnya (saat itu kami belum menikah), meja tersebut masih dalam kondisi mulus, putih bersih. Tahun-tahun berlalu, goresan demi goresan mulai muncul, bercak cat lukis di beberapa titik terlihat jelas. Di sudut lain, terlihat lapisan debu tipis. Meskipun rutin dibersihkan, akan selalu muncul hal baru yang kadang bisa dihapus, kadang juga tidak. Kini, meja itu sudah berubah banyak. Ia tak pernah sama lagi.

Continue reading

Jalan Orang Benar atau Fasik?

Photo by Hayden Walker on Unsplash

“Di dalam dunia ada dua jalan
lebar dan sempit, mana kau pilih?
Yang lebar api, jiwamu mati
tapi yang sempit hidup bahagia”

Demikian lirik lagu yang pernah kita nyanyikan dulu waktu sekolah minggu atau mungkin sampai sekarang masih kita dendangkan. Syair lagu ini mengingatkan bahwa kepada setiap orang diperhadapkan pilihan jalan hidup. Setiap pilihan tentu memiliki konsekuensi masing-masing. Apa yang dikatakan oleh lagu itu tidak jauh berbeda dengan apa yang tertulis di Mazmur 1 : 1-6.

Continue reading