Berhenti Meragu, Percayalah Pada-Nya!

Akhir-akhir ini keadaan negara kita membuat masyarakat sulit percaya tentang sebuah berita. Kebenaran dan kebohongan campur aduk menjadi hal yang sulit dibedakan. Kebenaran terasa terlihat begitu sulit dicari. Namun disamping itu kita pun melihat bahwa masih banyak orang yang berusaha mencari berita benar dengan sumber yang dapat dipercaya. Melakukan konfirmasi, memastikan sumber berita dan mengecek kesana- kemari demi memastikan apa yang sesungguhnya menjadi kebenaran.

Continue reading

Sambut Kebangkitan-Nya: Hadirkan Kehidupan

Image from canadianmennonite.org

Dalam buku Death and Dying, Elisabeth Kübler-Ross menerangkan bahwa ada 5 fase saat seseorang menghadapi kematian; yaitu denial (penolakan), anger (kemarahan), bargaining (penawaran), depression (depresi), dan acceptance (penerimaan). Kelimanya bisa tidak berurutan dan fase-fase tersebut juga dapat dialami oleh keluarga yang ditinggalkan. Kalaupun bukan karena sakit, kematian yang mendadak dari orang yang dikasihi juga bisa membuat seseorang mengalami fase-fase sulit tersebut—bahkan cenderung lebih sulit menerima kematiannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa dia akan merasa hidupnya tidak akan sama lagi, bahkan bisa sampai kehilangan gairah untuk hidup.

Continue reading

Jalan Damai


Photo by Syd Sujuaan on Unsplash

Minggu Pra Paska ke-6, seminggu sebelum Paska disebut sebagai Minggu Palma yang merujuk pada peristiwa dalam Injil Lukas 19: 28-44, Markus 11: 1-11, Matius 21: 1-11, dan Yohanes 12: 12-19. Dalam tradisi Yahudi, daun palma adalah simbol kemenangan atas musim semi dan dingin, simbol kemenangan atas kehidupan dari kematian. Minggu Palma juga menjadi pembuka minggu sengsara untuk mengingatkan bahwa kemuliaan Yesus bukan hanya pada kebangkitan-Nya saja, namun perjalanan penderitaan-Nya menunjukkan kemuliaan-Nya sehingga Ia layak dipuji dan dimuliakan.

Continue reading

Kasih Kristus Menggerakkan Solidaritas


Photo by Aaron Burden on Unsplash

Dalam masa Pra Paska kita diajak untuk mengingat dan menghayati kembali tentang masa sengsara Tuhan Yesus sebagai wujud nyata cinta kasih-Nya kepada dunia. Cinta kasih Tuhan itu dinyatakan dengan wujud solidaritas-Nya, yaitu dengan menjadi sama dengan manusia. Bahkan ikut merasakan apa yang dialami oleh seorang manusia dari lahir, belajar, bekerja, bersama rakyat berada di bawah pemerintahan yang tidak adil, rela menjalani jalan penderitaan yang membuat-Nya dihina, dicela, dianiaya, dan mati di kayu salib.

Continue reading

Berbuah, di Dalam Anugerah

Photo by Nik Shuliahin on Unsplash

Lukas 13 : 1–9

Pada saat saya berkesempatan mengikuti salah satu KKR, pemimpin pujian mengatakan kepada jemaat yang beribadah di sana bahwa bencana gempa bumi dan tsunami yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Selatan karena Tuhan sedang menghukum mereka. Sungguh disayangkan pernyataan itu. Apalagi jemaat yang hadir baru saja mengenal Tuhan. Perkataan itu jelas penghakiman bagi korban bencana alam dan memberi kesan seolah-olah Allah adalah Tuhan yang pemarah dan seenaknya menghukum pendosa dengan bencana alam.

Continue reading