Sepakat Tanpa Bersepakat

Photo by Icons8 team on Unsplash

Bacaan: Kejadian 16: 1-6

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “sepakat” memiliki arti setuju, semufakat, sependapat. Bersepakat artinya sama-sama menyetujui, bersetuju, bermufakat. Dalam kata tersebut tersirat ada dua atau lebih pihak yang berunding kemudian memutuskan untuk sepakat, sependapat, dan setuju pada satu hal yang sama. Continue reading

MENGAKU SALAH DAN BERTOBAT

Photo by Jens Johnsson on Unsplash

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sesungguhnya adalah bukti berkembangnya intelektualitas manusia masa kini. Namun sayangnya, ada oknum-oknum yang justru menggunakan media komunikasi dan informasi untuk menyebarkan hoax (berita bohong) demi kepentingan politik dan kekuasaan. Melalui itu, oknum yang merusak dan menghancurkan kemudian menyalahkan orang lain yang justru sedang mengupayakan hal baik.

Continue reading

Uang, Berkat, dan Penghakiman

Photo by Eric Muhr on Unsplash

Lukas 16 : 19–31

Perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin ini menjadi peringatan bagi umat Tuhan di akhir zaman ini. Banyak ayat dalam Alkitab begitu tegas menegur dan memperingatkan orang dalam mengelola harta. Yesus berkata, “…sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Matius 19 : 23-24). Continue reading

Harta di Dunia atau Harta di Surga?

Lukas 16 : 1–13

Menjadi orang kaya bukanlah suatu dosa, ada banyak tokoh iman di Alkitab yang juga kaya. Seperti Abraham, Daud, dan Salomo. Namun jika tidak hati-hati, kekayaan dapat membuat kita tergelincir dan jatuh ke dalam dosa. Menghalalkan segala sesuatu demi uang, memperalat orang lain dengan harta, mangkir membayar pajak, dan lain sebagainya. Ada keterikatan yang sangat mendasar antara kehidupan rohani kita dengan cara kita memandang dan mengelola uang atau kekayaan. Continue reading

Membaca Diri, Melihat Apa yang Sejati

Photo by Ryan Holloway on Unsplash

“tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup kekal.” (I Timotius . 1: 16)

Siapakah kita?

Siapakah kita yang sebenar-benarnya ini? Continue reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com