Transformasi Berita Injil

Photo by Aaron Burden on Unsplash

“Bukankah firman-Ku seperti api, demikian firman TUHAN dan seperti palu
yang menghancurkan batu?” (Yeremia 23 : 29)

 

Dalam pemerintahan kerajaan, titah atau sabda pangandika raja memiliki kuasa yang sangat besar. Apa yang dikatakan bisa menjadi petaka atau berkah bagi rakyatnya. Titah raja menjadi hukum yang harus dilaksanakan, entah itu benar atau salah. Tidak ada yang berani menentang titah itu, karena kalau menentang bisa berarti mati. Continue reading

Ini Aku Tuhan, Pakailah Aku

Image from christianitytoday.com

William Carey dikenal sebagai Bapak Gerakan Misi Modern. Beliau merupakan misionaris pertama yang tercatat membawa berita Injil ke India pada tahun 1792. Salah satu harga mahal yang harus dia tanggung adalah ketika istrinya mengalami depresi berat ketika hidup di pedalaman India. Belum lagi diusir dari satu kota ke kota yang lain. Namun Carey tidak menyerah, dia memiliki pemahaman bahwa panggilan setiap orang Kristen adalah untuk berperan dalam misi gereja, yakni mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Continue reading

Berbagi Adalah Berkat

Image from vice.com

Lukas 12 : 13–21

Satu artikel di cnnindonesia.com – Jumat, 30/03/2018 menuliskan sebuah kisah berjudul “Cahaya Kemanusiaan Pendeta Bertato dari Semarang.” Artikel ini menarik karena memberi makna yang mendalam mengenai penghayatan iman kepada Allah. Pendeta itu bernama Agus Sutikno yang berpenampilan tidak biasa untuk ukuran seorang pendeta. Badannya bertato, rambut gondrong dan kerap bersepatu boots ala rocker. Mimbarnya bukanlah di dalam gereja ber-AC, namun dalam kehidupan di kawasan kumuh Tanggul Indah Semarang. Di situ ia mengabdikan diri menolong dan mendampingi kaum papa, pecandu narkoba, PSK hingga mereka yang terjangkit virus HIV. Pelayanan bagi 150-an anak itu dilakukannya melalui Yayasan Hati Bagi Bangsa dalam segala keterbatasan. Pdt Agus menekankan pelayanan ini adalah demi kemanusiaan, tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka. Continue reading

Manusia yang Autentik

Apa sih yang dimaksudkan dengan manusia autentik (otentik) itu? ‘Autentik’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti: dapat dipercaya, asli, tulen, sah. Autentik merupakan bentuk orisinal (asli) yang sudah diproses sehingga menjadi lebih sempurna tanpa menghilangkan keasliannya. Seperti mutiara yang orisinal, setelah mendapat sentuhan (diproses) akan menjadi mutiara yang berharga, dan ia menjadi mutiara yang autentik. Continue reading

Hidup Jujur: Saat Kata dan Laku Adalah Sama

Photo by Ales Krivec on Unsplash

Kisah Para Rasul 5: 1–11

Seorang peternak muda merasa bosan saat menggembalakan kambing-kambingnya di ladang. Ia kemudian mendapat ide untuk mengatasi kebosanannya. Apa yang ia lakukan? Ia naik ke pohon dan berteriak ke arah kampung “Kebakaran… kebakaran.. ada kebakaran di ladang!” Seketika itu, warga sekampung segera datang membawa ember berisi air untuk memadamkan api itu. Sampai di ladang, mereka semua bingung sebab tidak ada api sama sekali. Sang peternak itu terkikik menahan tawa di atas pohon melihat tampang bodoh orang-orang itu. Continue reading