Yoseph Erry Pratomo

Rendah Hati yang Tulus

Photo by Waldemar Brandt on Unsplash

Amsal 25 : 6-7, Lukas 14 : 7-14

Beberapa waktu yang lalu ada broadcast humor di WhatsApp yang kurang lebih isinya seperti ini:

Pesawat Garuda tujuan Surabaya – Jakarta tadi pagi bersiap take-off tapi tertunda gara-gara Saridin yang baru pertama kali naik pesawat dengan tiket ekonomi ngotot pengen duduk di kelas bisnis.

Alex : “Maaf pak… Ini kursi saya.”

Saridin : “Sampeyan siapa?”

Alex : “Saya penumpang bisnis yang duduk di sini pak..!”

Saridin : “Penumpang..? Aku penumpang juga, sama-sama bayar..! Sama-sama penumpang, gak usah ngator-ngator.”

Alex lapor ke pramugari.

Pramugari : “Maaf Pak Saridin.. Bapak mestinya duduk di belakang.”

Saridin : “Sampeyan siapa?”

Pramugari : “Saya pramugari.”

Saridin : “Pramugari itu apa?”

Pramugari : “Pramugari itu yang melayani penumpang.”

Saridin : “Oh, babu? Tak kira siapa, sudahlah tak osah ros-ngoros orang lain, cuci piring saja di belakang. Pokoknya aku enak duduk di sini saja. Sampeyan mau apa?!!”

Pramugari habis akal, dia memanggil pilot.Read More »Rendah Hati yang Tulus

Taat Dalam Ketakjuban

Photo by Karl Fredrickson on Unsplash

Kita pasti pernah mendengarkan sebuah khotbah dimana sang pengkhotbah membawakan isi poin-poin khotbahnya dengan luar biasa, sangat kaya dalam menggali firman Tuhan, banyak ilustrasi yang sangat tepat dalam menggambarkan isi khotbahnya. Di samping itu pengkhotbahnya juga membawakan dengan penuh semangat, sangat komunikatif, dan variatif sehingga suasana dapat terbangun dan tidak monoton. Khotbah itu adalah khotbah yang sangat bagus sehingga banyak jemaat yang terkesima dan saling membicarakan dengan jemaat lain. “Khotbahnya tadi hebat tenan, bagus ya…, sangat mengena.”

Read More »Taat Dalam Ketakjuban