Pondasi Kejujuran: Hormat Pada Allah

Photo by Erik Witsoe on Unsplash

Mazmur 119 : 1-8, Kejadian 39 : 1-23

Beberapa hari yang lalu, saya menonton sebuah film yang menceritakan tentang tokoh utama yang terus diingatkan untuk mendengarkan suara hati nuraninya sebelum mengambil keputusan—yang seringkali di luar pikiran teman-temannya. Meski demikian, di akhir tindakannya, dia tahu bahwa apa yang dilakukannya benar. Sekalipun orang-orang tidak memahami jalan pikirannya, dia percaya hati nuraninya mengatakan hal yang tepat untuk dilakukan. Tentunya ini karena berbagai pengalaman yang telah dialami sang tokoh sebelumnya yang membentuknya menjadi pribadi yang berbesar hati danmemilih untuk tidak egois.

Continue reading

Sambut Kebangkitan-Nya: Hadirkan Kehidupan

Image from canadianmennonite.org

Dalam buku Death and Dying, Elisabeth Kübler-Ross menerangkan bahwa ada 5 fase saat seseorang menghadapi kematian; yaitu denial (penolakan), anger (kemarahan), bargaining (penawaran), depression (depresi), dan acceptance (penerimaan). Kelimanya bisa tidak berurutan dan fase-fase tersebut juga dapat dialami oleh keluarga yang ditinggalkan. Kalaupun bukan karena sakit, kematian yang mendadak dari orang yang dikasihi juga bisa membuat seseorang mengalami fase-fase sulit tersebut—bahkan cenderung lebih sulit menerima kematiannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa dia akan merasa hidupnya tidak akan sama lagi, bahkan bisa sampai kehilangan gairah untuk hidup.

Continue reading