Sujud Swastoko

Sujud Swastoko adalah salah seorang penatua dan tenaga pengerja GKI Coyudan Pos Baturan Indah. Sempat lama di ibukota, Sujud kembali ke kota Solo dan memulai pelayanannya di gereja ini. Lahir di Karanganyar, 14 Januari 1969, Sujud sangat konsen dalam pelayanan konseling, mengajar, penulisan, khotbah, motivasi. Karena kemampuannya di bidang literasi, maka ia juga dipercaya oleh gereja menjadi pemimpin redaksi majalah Ebenhaezer. Saat ini, Sujud aktif sebagai pengerja di pos kebaktian Baturan indah, Tim Bina Jemaat, dan juga dosen teologi di salah satu STT di kota Solo. Baginya, membantu orang yang ingin maju dalam hidupnya adalah sebuah kerinduan yang terus dilakukannya.

Transformasi Berita Injil

Photo by Aaron Burden on Unsplash

“Bukankah firman-Ku seperti api, demikian firman TUHAN dan seperti palu
yang menghancurkan batu?” (Yeremia 23 : 29)

 

Dalam pemerintahan kerajaan, titah atau sabda pangandika raja memiliki kuasa yang sangat besar. Apa yang dikatakan bisa menjadi petaka atau berkah bagi rakyatnya. Titah raja menjadi hukum yang harus dilaksanakan, entah itu benar atau salah. Tidak ada yang berani menentang titah itu, karena kalau menentang bisa berarti mati.Read More »Transformasi Berita Injil

Manusia yang Autentik

Apa sih yang dimaksudkan dengan manusia autentik (otentik) itu? ‘Autentik’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti: dapat dipercaya, asli, tulen, sah. Autentik merupakan bentuk orisinal (asli) yang sudah diproses sehingga menjadi lebih sempurna tanpa menghilangkan keasliannya. Seperti mutiara yang orisinal, setelah mendapat sentuhan (diproses) akan menjadi mutiara yang berharga, dan ia menjadi mutiara yang autentik.Read More »Manusia yang Autentik

Nyatakan Kasihmu Pada yang Lemah

Photo by Ali Arif Soydaş on Unsplash

Pada suatu hari Sabat, Yesus berada di Nazaret. Seperti biasa Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas yang tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia berkata, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu
kamu mendengarnya.”
(Lukas 4 : 18-21).

Read More »Nyatakan Kasihmu Pada yang Lemah