Mengikut Yesus Keputusanku

Photo by Victoria Heath on Unsplash

Lukas 14 : 25–33

Sewaktu kuliah dulu, saya terbiasa berjalan kaki atau sesekali naik bis untuk pergi ke kampus. Sampai kemudian di salah satu semester, ada teman sekelas yang menawarkan tumpangan. Sungguh suatu tawaran yang menyenangkan tentunya. Namun sebelum menerima tawaran itu, ada beberapa hal yang dia sampaikan di awal, “Kalau kamu mau ikut aku, kita harus berangkat 45 menit sebelum kelas mulai, tolong tunggu di jalan keluar kost-mu dan kalau kebetulan aku ada urusan lain berarti kamu harus siap menunggu.” Dia menyampaikan syarat di awal dan dengan senang hati saya menerimanya. Aturan yang berlaku tentu saja adalah aturan dia dan tidak mungkin saya buat acara sendiri jika masih mau ikut dia. Suka atau tidak suka, saya berangkat lebih awal dan ikut jam yang dia tentukan. Demikian juga ketika rasanya sudah sangat letih namun dia belum selesai, maka tetap saja sesuai kesepakatan di awal, saya harus menunggunya. Continue reading

Teguh Meski Dicobai

Photo by Augustin GZN on Unsplash

Lukas 4 : 1–13

Alkisah ada tokoh yang sakti mandraguna namun jahat. Dia tak terkalahkan dan semakin berkuasa dalam kejahatannya. Hingga akhirnya, sang lakon mendapat penglihatan tentang celah untuk mengalahkan musuhnya itu dengan menyerang titik kelemahannya di bagian tumit kaki sebelah kiri. Dan benar, sang lakon hanya fokus untuk menyerang tumit kaki sebelah kiri, sehingga pada akhir cerita sang lakon dapat mengalahkan tokoh sakti yang jahat itu.

Continue reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com