Hidup Jujur: Berani Ambil Risiko!

Mazmur 34 : 9–14; Kejadian 20 : 1–18

Bertahan hidup merupakan salah satu naluri semua makhluk yang hidup; baik tumbuhan, binatang, dan juga manusia. Yang membedakan yaitu bahwa tumbuhan bertahan hidup hanya dengan menyerap zat-zat yang ada di dalam tanah untuk terus bertumbuh dan berbuah, binatang bertahan hidup dengan cara mencari makanan bagi diri mereka, dan manusia bertahan hidup dengan berbagai macam cara; termasuk dengan cara yang mencelakai sesamanya. Continue reading

Hidupmu Adalah Tentang Allah

Kata “Sejarah” dalam bahasa Inggris adalah History, jika dua kata itu dipisahkan maka menjadi HIS STORY. Tuhan sudah menciptakan kisah kehidupan sejak penciptaan dan kisah itu adalah kisah yang indah dimana Tuhan mengatakan bahwa semua ciptaan-Nya itu “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31). Namun oleh karena manusia jatuh dalam dosa, kisah indah Tuhan itu seolah berubah menjadi kisah hidup manusia. Manusia mulai menempatkan dirinya jauh dari Tuhan dan menuliskan sendiri kisah hidupnya jauh dari rancangan semula Tuhan yang sungguh amat baik. Kehidupan beragama yang sejatinya mencari Tuhan justru digunakan menjadi alat kekerasan yang TIDAK menciptakan sesuatu yang “sungguh amat baik.” Rancangan Tuhan yang indah telah diambil alih oleh rancangan jahat manusia.

Continue reading

Lakukan Bagian Pelayananmu!

Photo by Ben White on Unsplash

Bicara tentang bagian pelayanan berarti bicara tentang panggilan juga. Dan bicara tentang panggilan, tidak mudah bagi seseorang untuk tetap setia pada panggilan itu. Ada banyak godaan yang menghampiri, baik dalam diri sendiri maupun dari orang lain.

Continue reading

Bertekun Dalam Panggilan

Photo by Tomasz Woźniak on Unsplash

Seorang pelari dalam lomba Olimpiade cabang Marathon pada musim panas tahun 1968 di Mexico City; dia memasuki garis finish pada urutan terakhir ketika para penonton sudah mulai beranjak pulang dari stadion. Banyak bangku yang sudah kosong, tetapi tiba-tiba para penonton yang masih tinggal di situ mendengar pengumuman bahwa masih ada pelari yang akan masuk ke garis finish di stadion itu.

Penonton dikejutkan oleh seorang pelari yang memasuki stadion dengan terpincang-pincang karena kakinya terluka; dengan pakaian lari serta nomor peserta di dadanya, dia berlari tertatih menahan sakitnya. Pada kilometer ke 19 ia terjatuh mendapatkan cedera pada betis dan lututnya. Akan tetapi, dia melanjutkannya dengan keadaan lutut dan betis kanan yang dibalut seadanya. dan tetap melanjutkan larinya sejauh sejauh 23 km.

Dari 75 peserta tersisa sampai pada garis finish sebanyak 57 orang, dan John Stephen Akhwari, perwakilan Tanzania yang kakinya terluka itu salah satunya. Dalam sebuah wawancara seorang wartawan bertanya kepadanya “Mengapa anda tidak mengundurkan diri saja karena kakinya yang cedera dan sudah tidak mungkin untuk menang ?!”, dia menjawab dengan sangat sederhana, “My country didn’t sent me to start the race, but they sent me to finish the race.” (Negaraku tidak mengutus aku untuk memulai
pertandingan, tetapi menyelesaikan pertandingan).

Kesadaran akan panggilannya sebagai perwakilan negara membuat John Stepehen Akhwari bertekun untuk menyelesaikan perlombaan sekalipun dia harus tertatih dan berlari dengan langkah-langkah kecilnya sampai garis finish. Dan ketekunannya itu membuahkan pujian dan kekaguman banyak orang sekalipun dia hanyalah seorang peserta terakhir yang memasuki garis finish.

Demikian halnya memenuhi panggilan kita sebagai murid Kristus, diperlukan ketekunan dan kesadaran penuh bahwa kita ini adalah utusan-utusan Tuhan yang sedang mengikuti perlombaan iman, yaitu untuk terus melakukan segala sesuatu dengan mengenakan KASIH sebagai dasar dan pengikat setiap perbuatan kita terhadap sesama.

Memang tidak mudah, terkadang kita tersakiti, terjatuh karena kemarahan, kekecewaan, dan lain-lain. Tetapi bertekunlah terus untuk tetap mengasihi dan hidup dalam kasih Kristus sampai perlombaan kita berakhir mencapai garis finish. Maka pujian bukan datang dari manusia, tetapi dari Tuhan. Selamat bertekun, Tuhan Yesus memberkati. Amin (LAAS)