Edhi Setiawan

Edhi Setiawan, lahir di Yogyakarta, 29 September 1972, adalah salah seorang aktivis di Pos Jemaat Solo Baru dan juga penatua GKI Coyudan. Pria yang tinggal di Solo ini memiliki segudang ide-ide baik bagi perkembangan gereja. Tulisan-tulisannya juga sangat memberkati banyak orang. Di kesehariannya, Edhi juga bekerja sebagai Praktisi Marketing di sebuah perusahaan FMCG. Saat ini, Edhi dan istri telah dikarunia 2 orang anak.

Berbagi Adalah Berkat

Image from vice.com

Lukas 12 : 13–21

Satu artikel di cnnindonesia.com – Jumat, 30/03/2018 menuliskan sebuah kisah berjudul “Cahaya Kemanusiaan Pendeta Bertato dari Semarang.” Artikel ini menarik karena memberi makna yang mendalam mengenai penghayatan iman kepada Allah. Pendeta itu bernama Agus Sutikno yang berpenampilan tidak biasa untuk ukuran seorang pendeta. Badannya bertato, rambut gondrong dan kerap bersepatu boots ala rocker. Mimbarnya bukanlah di dalam gereja ber-AC, namun dalam kehidupan di kawasan kumuh Tanggul Indah Semarang. Di situ ia mengabdikan diri menolong dan mendampingi kaum papa, pecandu narkoba, PSK hingga mereka yang terjangkit virus HIV. Pelayanan bagi 150-an anak itu dilakukannya melalui Yayasan Hati Bagi Bangsa dalam segala keterbatasan. Pdt Agus menekankan pelayanan ini adalah demi kemanusiaan, tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka.Read More »Berbagi Adalah Berkat

Roh Kudus Memberi Kehidupan Baru

Photo by Tiago Gerken on Unsplash

Hidup ini keras, sehingga setiap orang harus berusaha menjadi yang terbaik, menjadi yang terkuat dan menjadi yang terhebat agar menjadi pemenang. Hidup ini keras, mereka yang kalah akan tersingkir dari persaingan. Kerasnya hidup tak jarang menjadikan seseorang bukan lagi menjadi sahabat bagi sesamanya, tetapi justru menjadi serigala yang siap memangsa siapa saja. Terlebih lagi terhadap lingkungan sekitar.Read More »Roh Kudus Memberi Kehidupan Baru

Kasih Menyempurnakan Panggilan Kita

Photo by Benjamin Davies on Unsplash

Yeremia 1 : 4-10; 1 Korintus 13 : 1-13

Bagi kebanyakan orang, merespon panggilan Tuhan biasanya menjadi pergumulan tersendiri. Di satu sisi sebagai orang percaya kita merindukan untuk turut mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan di dunia ini. Di sisi lain, kita menilai diri tidak sempurna dan tidak mampu sehingga menjadi ragu, atau merasa tidak memiliki banyak kesempatan karena disibukkan oleh kebutuhan-kebutuhan kita sendiri. Situasi seperti ini seringkali menjadi hambatan kita mengambil bagian dalam pelayanan.

Read More »Kasih Menyempurnakan Panggilan Kita

Merawat Tunas Damai

Photo by Sunyu on Unsplash

YEREMIA 33 : 14-16

Kedamaian adalah dambaan setiap orang. Akan tetapi situasi di sekitar kita menunjukkan hal yang berbeda. Peperangan dan penindasan masih terjadi di mana-mana. Bahkan ada yang berpikir, kedamaian dapat dicapai melalui peperangan. Dalam lingkup yang kecil, banyak terjadi penindasan dan kesewenang-wenangan terhadap yang lemah. Dalam situasi seperti ini, seringkali membuat kita skeptis dan lalu mengatakan, kedamaian itu sulit diwujudkan di tengah dunia yang berdosa ini.

Read More »Merawat Tunas Damai