Skip to content

Edhi Setiawan

Edhi Setiawan, lahir di Yogyakarta, 29 September 1972, adalah salah seorang aktivis di Pos Jemaat Solo Baru dan juga penatua GKI Coyudan. Pria yang tinggal di Solo ini memiliki segudang ide-ide baik bagi perkembangan gereja. Tulisan-tulisannya juga sangat memberkati banyak orang. Di kesehariannya, Edhi juga bekerja sebagai Praktisi Marketing di sebuah perusahaan FMCG. Saat ini, Edhi dan istri telah dikarunia 2 orang anak.

Trinitas: Kesatuan Dalam Penyertaan

Image from christianity.com

Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur 8 : 4)

Pada minggu Trinitas ini, kita diajak untuk mengingat akan Allah Tritunggal yang berkarya bagi kehidupan manusia. Allah Bapa sang pencipta langit dan bumi beserta isinya, yang menjadikannya sungguh amat baik. Kitapun mengingat kejatuhan manusia ke dalam dosa. Namun dalam kondisi berdosa dan terpisah dari Allah, manusia tidak pernah jauh dari kasih Allah. Rangkaian peristiwa Paska hingga Pentakosta yang baru saja kita rayakan mengingatkan kita akan karya keselamatan Kristus. Pengorbanan Kristus menjadi anugerah yang membenarkan manusia berdosa di hadapan Allah. Saat Kristus naik ke Surga, Roh Kudus dicurahkan bagi orang percaya untuk menolong, membimbing kehidupan manusia supaya menjalani hidup dalam pengharapan akan hari Tuhan.

Read More »Trinitas: Kesatuan Dalam Penyertaan

Kebahagiaan Hidup Dalam Tuhan

Photo by Sebastian Sørensen from Pexels

Matius 5 : 1–12

Semua orang ingin bahagia, memiliki hidup yang senang, tenteram dan sejahtera. Namun apa daya seringkali yang namanya bahagia itu sulit diwujudkan, apalagi saat mengukurnya dari rumput tetangga yang selalu lebih hijau. Hidup semakin tidak bahagia ketika melihat rumah tetangga lebih besar, mobil tetangga lebih baru, handphone tetangga lebih kekinian, jabatan tetangga lebih tinggi, anak tetangga lebih pintar, keluarga tetangga tampak lebih harmonis dan seterusnya. Itulah yang dirasakan oleh orang yang mengukur kebahagiaannya dengan ukuran kemelekatan pada hal-hal yang duniawi. Mengejar bahagia selama ini ibarat meneguk air laut, semakin diteguk semakin haus, tak ada habisnya. Pemahaman arti kebahagiaan yang mensyaratkan harus adanya sesuatu yang memenuhi keinginan manusia, seringkali menjadi kebahagiaan sementara, karena yang disebut bahagia sebenarnya adalah kepuasan, yang berjalannya waktu akan menuntut kepuasan yang lebih tinggi.Read More »Kebahagiaan Hidup Dalam Tuhan

Luruskan Jalan Hidupmu

Photo by Pixabay from Pexels

Yesaya 11 : 1-10; Matius 3 : 1-12

Nubuat Nabi Yesaya akan suatu tunas yang keluar dari tunggul Isai, membawa harapan baru akan datangnya seorang Mesias, yang akan memulihkan Israel. Mesias itu digambarkan sebagai seorang raja keturunan Daud yang dalam kuasa Roh Tuhan akan menegakkan keadilan dan kebenaran, mendatangkan kedamaian dan damai sejahtera pada semua makhluk. Nubuat ini tergenapi oleh kelahiran Yesus, sang Kristus Juruselamat dunia.Read More »Luruskan Jalan Hidupmu

Berbagi Adalah Berkat

Image from vice.com

Lukas 12 : 13–21

Satu artikel di cnnindonesia.com – Jumat, 30/03/2018 menuliskan sebuah kisah berjudul “Cahaya Kemanusiaan Pendeta Bertato dari Semarang.” Artikel ini menarik karena memberi makna yang mendalam mengenai penghayatan iman kepada Allah. Pendeta itu bernama Agus Sutikno yang berpenampilan tidak biasa untuk ukuran seorang pendeta. Badannya bertato, rambut gondrong dan kerap bersepatu boots ala rocker. Mimbarnya bukanlah di dalam gereja ber-AC, namun dalam kehidupan di kawasan kumuh Tanggul Indah Semarang. Di situ ia mengabdikan diri menolong dan mendampingi kaum papa, pecandu narkoba, PSK hingga mereka yang terjangkit virus HIV. Pelayanan bagi 150-an anak itu dilakukannya melalui Yayasan Hati Bagi Bangsa dalam segala keterbatasan. Pdt Agus menekankan pelayanan ini adalah demi kemanusiaan, tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka.Read More »Berbagi Adalah Berkat

Roh Kudus Memberi Kehidupan Baru

Photo by Tiago Gerken on Unsplash

Hidup ini keras, sehingga setiap orang harus berusaha menjadi yang terbaik, menjadi yang terkuat dan menjadi yang terhebat agar menjadi pemenang. Hidup ini keras, mereka yang kalah akan tersingkir dari persaingan. Kerasnya hidup tak jarang menjadikan seseorang bukan lagi menjadi sahabat bagi sesamanya, tetapi justru menjadi serigala yang siap memangsa siapa saja. Terlebih lagi terhadap lingkungan sekitar.Read More »Roh Kudus Memberi Kehidupan Baru