Skip to content

Daniel Kristanto Gunawan

Daniel Kristanto Gunawan adalah seorang pendeta yang melayani di GKI Coyudan Solo sejak tahun 2012 sampai sekarang. Pria yang lahir di Solo, 23 Juli 1986 ini merupakan alumnus STT Jakarta. Passion terbesarnya ada dalam pelayanan khotbah, kaum muda, liturgi, pengembangan komunitas. Saat ini, Ia juga terlibat aktif dalam pelayanan BPMK Klasis Solo.

ADVEN I : “MENANTI DENGAN SEDERHANA, SAHAJA, DAN BIJAK”

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” (LUKAS 21:34)

Memasuki bulan Desember biasanya ada yang beda. Dalam suasana dingin karena hujan, di setiap rumah sudah mulai dipasang pohon natal beserta hiasan lampu yang kerlap-kerlip. Di tempat-tempat ramai seperti mal, hotel, pertokoan, kemeriahan menyambut Natal sangat terasa. Semuanya ingin menyambut hari Natal dengan sebuah sukacita. Seolah ingin mengungkap bahwa peringatan hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus harus ditandai dengan suasana gemerlap dan kegembiraan.
Read More »ADVEN I : “MENANTI DENGAN SEDERHANA, SAHAJA, DAN BIJAK”

MEMBERI DIRI

Albert Nolan mengatakan bahwa zaman sekarang mengalami krisis Individualisme yang membuat orang berlomba memenuhi kebutuhan dan kepuasan diri atau kelompoknya sendiri. Akibatnya kehidupan sosial semakin terkungkung dengan tembok ras, agama, status, dan teknologi. Bumi semakin rusak akibat eksploitasi bisnis semata yang menguntungkan pihak tertentu. Orang saling berebut kekuasaan demi keamanan diri. Manusia sulit untuk memberi diri bagi sesamanya.

Bacaan injil kita pada minggu ini mengkisahkan kepada kita tentang persembahan janda miskin (Markus 12 : 41-44). Yesus sangat memuji perbuatan janda miskin ini yang mempersembahkan dua peser, yaitu satu duit.  Apa yang membuat janda miskin ini dipuji oleh Yesus? Apakah jumlah uangnya? Dua peser, yaitu satu duit adalah jumlah yang sangat sedikit sekali. Yesus mengatakan janda miskin ini memberikan lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan sebab janda ini memberikan hampir seluruh hartanya. Dua peser itu berarti bagi si janda miskin ini. Read More »MEMBERI DIRI

DUA SISI KASIH

Jikalau sebuah pertanyaan diberikan kepada kita berbunyi, “Apakah anda mengasihi Tuhan?”, saya yakin, semua orang akan menjawab, “Ya, saya mengasihi Tuhan!”. Tetapi menjadi persoalan bagi banyak orang ketika ditanyakan, “Apa buktinya?” Mungkin akan ada yang menjawab, “Buktinya, saya rajin ke gereja” atau “Saya rajin berdoa”, “Saya terlibat dalam pelayanan”, “Saya membawa banyak orang masuk ke gereja” atau “Saya sudah melakukan firman Tuhan”. Tetapi persoalannya: firman Tuhan yang manakah yang membuktikan bahwa kita sungguh mengasihi Tuhan?

Kitab Ulangan 6 : 1-9 dan Injil Markus 12 : 28-34, menekankan bahwa bukti kasih kita pada Tuhan sesungguhnya ketika kita mewujudkan kasih kita kepada sesama manusia. Itulah hukum yang pertama dan yang utama menurut firman Tuhan; kasih yang utuh kepada Tuhan dan diwujudkan melalui kasih kepada sesama.
Read More »DUA SISI KASIH