Skip to content

Daniel Kristanto Gunawan

Daniel Kristanto Gunawan adalah seorang pendeta yang melayani di GKI Coyudan Solo sejak tahun 2012 sampai sekarang. Pria yang lahir di Solo, 23 Juli 1986 ini merupakan alumnus STT Jakarta. Passion terbesarnya ada dalam pelayanan khotbah, kaum muda, liturgi, pengembangan komunitas. Saat ini, Ia juga terlibat aktif dalam pelayanan BPMK Klasis Solo.

Hidup Jujur: Saat Kata dan Laku Adalah Sama

Photo by Ales Krivec on Unsplash

Kisah Para Rasul 5: 1–11

Seorang peternak muda merasa bosan saat menggembalakan kambing-kambingnya di ladang. Ia kemudian mendapat ide untuk mengatasi kebosanannya. Apa yang ia lakukan? Ia naik ke pohon dan berteriak ke arah kampung “Kebakaran… kebakaran.. ada kebakaran di ladang!” Seketika itu, warga sekampung segera datang membawa ember berisi air untuk memadamkan api itu. Sampai di ladang, mereka semua bingung sebab tidak ada api sama sekali. Sang peternak itu terkikik menahan tawa di atas pohon melihat tampang bodoh orang-orang itu.Read More »Hidup Jujur: Saat Kata dan Laku Adalah Sama

Mengenal Yesus dalam Selebrasi

Image from themarysue.com

Yohanes 10 : 22-30

Sherlock Holmes adalah tokoh novel detektif terkenal yang selalu ditemani oleh rekan sekerjanya dr. John Watson. Suatu kali saat mereka tengah menyelidiki sebuah kasus pembunuhan di sebuah hutan, dr. John terbangun di tengah malam dan merasa ada yang tidak beres. Ia kemudian membangunkan Holmes yang masih tertidur pulas “Holmes bangun!” Dengan masih mengantuk Holmes membuka mata dan berguman “Ada apa?” “Apa yang kau lihat?” tanya Watson. “Hmm..langit yang penuh bintang” jawab Holmes. “Apa artinya?” tanya Watson lagi. “Langit malam yang cerah” jawab Holmes. Watson segera menyikut Holmes seraya berteriak “Tenda kita dicuri Holmes! Cepat bangun dan kejar pencuri itu!”

Read More »Mengenal Yesus dalam Selebrasi

ANAKKU BERKARYA DALAM KETAATAN

Bacaan: Kejadian 22 : 1-19

Berbicara ketaatan tidaklah sukar, tetapi hidup di dalam ketaatan itu sukar. Menaati Allah seringkali menjadi pergumulan karena dalam proses itu dibutuhkan pengorbanan yaitu menyerahkan sesuatu yang benar-benar kita inginkan, sesuatu yang sangat kita banggakan, atau seseorang yang sangat kita kasihi.

Bagi Abraham, Ishak adalah anak yang sangat diinginkannya. Berpuluh-puluh tahun dia dinanti dan dikasihi tentu bukan perkara yang gampang untuk menyerahkannya sebagai kurban. Namun, dalam pergumulannya yang tidak sederhanan itu, Abraham memutuskan untuk bersikap taat kepada Allah. Abraham mengajak Ishak dan membawa semua perlengkapan untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Abraham berjalan ke Gunung Mori. Keputusan untuk taat kepada perintah Allah, sekalipun tentu tidak mudah bagi Abraham.Read More »ANAKKU BERKARYA DALAM KETAATAN