Skip to content

Daniel Kristanto Gunawan

Daniel Kristanto Gunawan adalah seorang pendeta yang melayani di GKI Coyudan Solo sejak tahun 2012 sampai sekarang. Pria yang lahir di Solo, 23 Juli 1986 ini merupakan alumnus STT Jakarta. Passion terbesarnya ada dalam pelayanan khotbah, kaum muda, liturgi, pengembangan komunitas. Saat ini, Ia juga terlibat aktif dalam pelayanan BPMK Klasis Solo.

BULAN KELUARGA 2014 “TEKNOLOGI DALAM KELUARGA : ANTARA TUAN ATAU KAWAN”

Zaman sekarang itu enak, ndak susah seperti zaman kakek.” Begitulah sang kakek memulai ceritanya tentang kemudahan yang dialami manusia sekarang ini. Tuturannya mengalir deras. Dari transportasi Jogja-Jakarta yang dengan pesawat terbang satu jam sampai, hingga up date berita hanya dengan handphone dalam genggaman. “Namun sayang,” kata sang kakek sambil menghela napas panjang, “Kok malah aku ndak pernah ditelepon anak cucuku ya?”

Begitulah realitas kehidupan manusia di tengah kemajuan zaman. Kemajuan teknologi bagai madu dan racun, menyitir lagu Arie Wibowo yang pernah ngetop di tahun 90-an. Melalui teknologi, manisnya kemudahan hidup dapat dirasakan banyak orang. Namun teknologi juga bagai racun yang menghancurkan kemanusiaan. Teknologi dapat membuat alat transportasi super cepat, sekaligus senjata penghancur tepat sasaran. Teknologi dapat membuat alat komunikasi canggih, bagai bertatap muka dengan kerabat yang jauh. Namun juga dapat menyadap kehidupan orang lain secara transparan tanpa permisi.

Read More »BULAN KELUARGA 2014 “TEKNOLOGI DALAM KELUARGA : ANTARA TUAN ATAU KAWAN”

KERJA BUAT TUHAN SELALU MANISE

Apa jawaban kita jika pertanyaan ini di tanyakan kepada kita : “Apakah arti hidupmu?” Jawaban kita akan berbeda-beda pastinya. Tetapi mungkin juga ada diantara kita yang bingung memberikan jawaban karena tidak pernah berfikir juga apa sebenarnya arti hidup itu. Tidak sedikit orang yang menjalani hidup ini tidak lebih dari sekedar rutinitas,jadi apa sebenarnya arti hidup ? Tidak tahu.

Tetapi jika pertanyaan ini di tanyakan kepada Rasul Paulus,dia dengan cepat akan memberikan jawabannya demikian : “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Filipi 1 : 22).
Bagi Rasul Paulus hidup itu adalah bekerja memberi buah. Oleh karena itu kehidupannya di pakai secara luar biasa untuk bekerja bagi Tuhan. Rasul Paulus memiliki semangat dan juga ketekunan yang sangat besar dalam memberitahukan Firman Tuhan.Read More »KERJA BUAT TUHAN SELALU MANISE