Categories
BLOG Renungan Warta

Berdoa Dalam Ketenangan

Markus 14 : 38 Seorang pemuda datang kepada Sang Guru untuk menyampaikan keluh kesahnya akan kehidupan yang ia jalani. Mulai dari masalah pekerjaan sampai soal relasi antara dirinya dengan mertuanya. Sambil mendengarkan keluh kesah pemuda itu, Sang Guru mengambil sebuah tempayan dan mengisinya dengan air. Ia kemudian meminta pemuda itu untuk memegang tempayan itu sambil […]

Categories
BLOG Renungan Warta

Lunakkan Hati, Selami Cinta-Nya

Keluaran 17 : 1 – 7 “Jangan batu lah, nanti kamu rugi sendiri!” demikian ungkap seorang teman saat kita sedang berdiskusi. Saya tertegun dengan kata itu, selain berpikir apa iya saya sekeras itu, saya juga merenung menarik juga kata ‘batu’ ini. Batu memang keras sih, sakit juga kalau sampai terinjak atau terlempar dan mengenai kepala. […]

Categories
BLOG Renungan Warta

Responi Anugerah, Jalani Panggilan

Yohanes 1 : 29–42 Tanda seseorang merespons sesuatu adalah menanggapinya dengan aksi. Misalnya, jika orang itu dipanggil, maka respons yang wajar adalah menjawab atau setidaknya menoleh kepada suara yang memanggil itu. Orang yang diberi tugas maka akan mengerjakan sebagai responnya. Respons yang ditunjukkan juga dapat dinilai dari kualitas yang diberikan. Respons itu akan dinilai baik, […]

Categories
BLOG Renungan Warta

Kehidupan Setelah Kematian

Bacaan: Yohanes 20 : 27–28 Kalau mau dipikir-pikir, memang tidak mudah membayangkan kehidupansetelah mati. Seperti apa kehidupan di sana? Apa betul langsung ke surga? Surga itu seperti apa ya? Apa betul lantainya dari emas dan gerbangnya bertaburan permata? Di sana apa selalu terang ya? Apa betul di sana nanti kita bernyanyi terus buat Tuhan? Kapan […]

Categories
BLOG Renungan Warta

Hidup Jujur: Saat Kata dan Laku Adalah Sama

Kisah Para Rasul 5: 1–11 Seorang peternak muda merasa bosan saat menggembalakan kambing-kambingnya di ladang. Ia kemudian mendapat ide untuk mengatasi kebosanannya. Apa yang ia lakukan? Ia naik ke pohon dan berteriak ke arah kampung “Kebakaran… kebakaran.. ada kebakaran di ladang!” Seketika itu, warga sekampung segera datang membawa ember berisi air untuk memadamkan api itu. […]