Skip to content

Renungan Warta

TEKNOLOGI : KAWAN ATAU COBAAN

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)

 

Mazmur 90 merupakan bagian dari perenungan Musa, yang menyadari bahwa manusia sangat tidak berarti dihadapan Tuhan. Tuhan itu kekal, sementara hidup manusia singkat. Tuhan itu besar dan berkuasa, sementara manusia adalah debu yang tak berdaya. Perjalanan panjang menuju tanah perjanjian serta pengalaman Musa bersama Tuhan, membawa Musa sampai pada perenungan bahwa manusia yang lemah dapat hidup hanya karena kemurahan Tuhan, yang senantiasa meneguhkan setiap daya manusia untuk berkarya meraih kehidupan yang lebih baik. Karena itu Musa memohon hati yang bijaksana untuk mengerti bahwa kepada siapa dia menyandarkan hidupnya, yaitu hanya pada Tuhan yang kekal.

Read More »TEKNOLOGI : KAWAN ATAU COBAAN

BULAN KELUARGA 2014 “TEKNOLOGI DALAM KELUARGA : ANTARA TUAN ATAU KAWAN”

Zaman sekarang itu enak, ndak susah seperti zaman kakek.” Begitulah sang kakek memulai ceritanya tentang kemudahan yang dialami manusia sekarang ini. Tuturannya mengalir deras. Dari transportasi Jogja-Jakarta yang dengan pesawat terbang satu jam sampai, hingga up date berita hanya dengan handphone dalam genggaman. “Namun sayang,” kata sang kakek sambil menghela napas panjang, “Kok malah aku ndak pernah ditelepon anak cucuku ya?”

Begitulah realitas kehidupan manusia di tengah kemajuan zaman. Kemajuan teknologi bagai madu dan racun, menyitir lagu Arie Wibowo yang pernah ngetop di tahun 90-an. Melalui teknologi, manisnya kemudahan hidup dapat dirasakan banyak orang. Namun teknologi juga bagai racun yang menghancurkan kemanusiaan. Teknologi dapat membuat alat transportasi super cepat, sekaligus senjata penghancur tepat sasaran. Teknologi dapat membuat alat komunikasi canggih, bagai bertatap muka dengan kerabat yang jauh. Namun juga dapat menyadap kehidupan orang lain secara transparan tanpa permisi.

Read More »BULAN KELUARGA 2014 “TEKNOLOGI DALAM KELUARGA : ANTARA TUAN ATAU KAWAN”

KOMUNITAS YANG BERKARAKTER SEPERTI KRISTUS

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (Filipi 2:5-7)

Ada ungkapan dalam bahasa Inggris yang mengatakan “like father, like son”, untuk menggambarkan suatu perilaku yang sama antara 2 generasi berbeda, yaitu ayah dan anak. Dalam keseharian, kita sering mendengar orang mengatakan dalam satu komunitas tertentu, “dengan mengamati anak-anak dapat diketahui siapa orang tuanya.” Bukankah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya?Read More »KOMUNITAS YANG BERKARAKTER SEPERTI KRISTUS