Categories
BLOG Renungan Warta

Raja yang Menggembalakan

Yehezkiel 34 : 11 – 16, 20 – 24 ; Matius 25 : 31 – 46

Jika kita menebak, kira-kira apa jabatan atau pekerjaan kedua orang ini :

ORANG PERTAMA ORANG KEDUA
Tinggal di istana yang megah Tinggal di rumah sederhana
Memakai jubah yang indah dan mengenakan mahkota bertabur batu permata Memakai jubah biasa dengan berikat pinggang dan membawa tongkat kayu
Duduk di kursi kebesaran dengan di kelilingi para pengawalnya Sehari-hari di padang mengembalakan kambing domba

Maka kita akan dengan mudah menebak, orang pertama adalah seorang raja dan orang kedua adalah seorang penggembala. Mungkin muncul pertanyaan kita, bagaimana dengan tema kita hari ini “Raja yang menggembalakan” apakah mungkin karena keduanya sangat berbeda?

Kita dapat melihat figur seorang Raja yang menggembalakan dalam diri Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah Raja yang bertahta di sorga dan memerintah seluruh alam semesta namun ketika Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia, Tuhan Yesus menjadi gembala bagi orang-orang percaya yang mengikuti-Nya.

Tuhan Yesus adalah gembala baik yang menjaga dan mengasihi domba-domba-Nya. Dalam Yehezkiel 34 : 11–16 sangat nyata bagaimana gembala itu memperhatikan domba-domba-Nya, dan membawa mereka ke tempat yang baik. Tertulis “yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan kuat akan Kulindungi, Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.” (Yehezkiel 34 : 16)

Selain seorang Gembala, Tuhan Yesus juga seorang Raja yang menunjukkan keadilan. Di dalam Matius 25 : 31–46 Tuhan Yesus menunjukkan keadilan-Nya dengan memisahkan domba-domba di sebelah kanan dan kambing-kambing di sebelah kiri. Masing-masing mendapat bagian dari apa yang mereka jalani dalam hidup: kambing adalah gambaran karakter orang jahat masuk ke tempat siksaaan yang kekal, sedangkan domba adalah gambaran karakter orang benar mendapat masuk ke hidup yang kekal.

Siapakah domba-domba yang disebut orang benar, yaitu orang-orang yang mengasihi sesamanya, yang memberi makan mereka yang kelaparan, memberi minum mereka yang kehausan, memberi pakaian kepada mereka yang telanjang, mengunjungi yang sakit dan memberi tumpangan yang tidak memiliki tempat tinggal.

Sebelum naik ke surga Tuhan Yesus memberi perintah kepada Simon Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya, demikian juga Tuhan Yesus memberi kepada kita semua perintah untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Artinya di dalam kehidupan persekutuan kita sebagai gereja, harus saling mengasihi dengan tulus tanpa membeda-bedakan, membantu mereka yang kekurangan, memperhatikan dan menghibur mereka yang dalam masalah, mengunjungi mereka yang sakit, mengingatkan ketika ada yang berjalan dalam ketidakbenaran.

Dengan saling menggembalakan, kita akan menjadi suatu komunitas yang mewujudkan kasih Kristus kepada dunia sehingga setiap orang bisa melihat siapa Tuhan dan Raja kita yang layak untuk disembah dan dimuliakan. (LKSI)