Categories
BLOG Renungan Warta

Bijak Menata Hidup

Matius 25 : 1 – 13

Dalam sebuah percakapan siang itu, seorang Ibu bercerita tentang pesan almarhum suaminya yang gemar menabung dari hasil keuntungan usahanya. “Dulu bapak suka sekali menabung, dia mengatakan bahwa kita harus ingat bahwa roda kehidupan itu berputar, kita bisa saja berada di atas dan suatu saat akan bisa berada di bawah. Maka kita perlu persiapan lebih agar ketika di bawah, kita bisa punya modal untuk naik ke atas” kenang Ibu itu kepada saya. Usai percakapan siang itu, saya merenung tentang arti bersiap, khususnya bersiap diri menghadapi masa depan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ada banyak kesempatan untuk bersiap di masa kini, misalnya menabung untuk hari tua, atau memiliki polis asuransi untuk jaminan kesehatan. Lantas bagaimana dengan bersiap menyambut hari TUHAN?

Yesus memberi pesan yang baik mengenai bersiap menyambut kedatangan TUHAN dengan perumpamaan lima gadis yang bijaksana dan lima gadis yang bodoh. Ada tradisi sepuluh gadis yang mendapat tugas untuk menyambut mempelai datang dengan nyala pelita di tangannya. Kapan mempelai akan datang? Tidak ada yang tahu persis, sebab ada banyak kemungkinan yang menghambat mempelai di jalan menuju tempat pesta. Pelita tentu butuh minyak untuk menyala. Lima gadis disebut bijaksana karena mereka membawa cadangan minyak untuk berjaga-jaga, sedang lima gadis lainnya tidak punya cadangan karena itu disebut lima gadis bodoh. Mempelai datang tengah malam, tentu lima gadis bijaksana menyambut dengan pelita yang tetap menyala, sedang lima lainnya harus panik dan tidak siap.

Hari Tuhan akan datang, entah kapan waktunya. Yesus berpesan dengan sangat mengenai berjaga-jaga. Berjaga-jaga dengan menata hidup dengan bijak. Apakah kita sudah menata berkat Tuhan melalui penghasilan dan harta kita dengan bijak sehingga memuliakan nama Tuhan dan menjadi berkat bagi mereka yang membutuhkan? Apakah kita sudah menata hati dengan membuang iri hati, dengki, amarah, dan kebencian? Apakah kita sudah menata tujuan hidup dengan hikmat dari Tuhan? Jika belum, mulailah menata selagi masih ada waktu dan menjadi orang yang bijaksana. (DKG)

“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” Matius 25 : 13

By Daniel Kristanto Gunawan

Daniel Kristanto Gunawan adalah seorang pendeta yang melayani di GKI Coyudan Solo sejak tahun 2012 sampai sekarang. Pria yang lahir di Solo, 23 Juli 1986 ini merupakan alumnus STT Jakarta. Passion terbesarnya ada dalam pelayanan khotbah, kaum muda, liturgi, pengembangan komunitas. Saat ini, Ia juga terlibat aktif dalam pelayanan BPMK Klasis Solo.