Categories
BLOG Renungan Warta

Mundur Mencari Waktu yang “Baik”

Lukas 4: 1-13

Kita telah sampai di minggu terakhir rangkaian bulan anak GKI Coyudan 2020. Sepanjang bulan ini, kita bersama-sama belajar bagaimana mengendalikan satu hal yang paling sulit yaitu diri sendiri. Ada banyak aspek yang harus kita selesaikan, mulai dari mengendalikan pikiran, hati, perut, perasaan, harta, dan banyak lagi. Semua bagian itu tak akan pernah berhenti kita gumulkan di sepanjang hidup. Kita akan berulang kali jatuh dan berhasil. Saya berharap, kita masih setia untuk bertahan dan berlatih, sama seperti Yesus yang tak gentar menghadapi iblis yang berusaha menggoda-Nya.

Hari ini kita berhenti pada kisah pencobaan yang dialami Yesus Kristus di padang gurun. Yesus yang dicobai sebanyak tiga kali tidak goyah oleh godaan iblis. Godaan-godaan itu sangatlah menarik, namun tak mampu menarik keinginan Yesus. Ia tahu kemana hati-Nya tertuju. Dan Jika Anda memperhatikan kalimat di ujung kisah ini, ada tulisan demikian, “… ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.”

Menunggu waktu yang baik? Ya, rupanya iblis tak menyerah begitu saja. Ia mundur sejenak untuk menyusun strategi dan mencari waktu yang tepat untuk menyerang Yesus dan menjatuhkan-Nya. Setelah Injil Lukas 4, iblis tak terlihat lagi hingga akhirnya ia mulai melaksanakan strategi yang baru di Lukas 22: 3 melalui diri Yudas. Kini, ia tak lagi berhadapan langsung dengan Yesus, tapi dengan media orang lain, yaitu murid Yesus sendiri.

Jika dengan Yesus pun, iblis melakukan hal demikian, terlebih lagi dengan kita. Godaan tidak akan pernah datang sekali dan kemudian hilang. Ia selalu mencari kesempatan untuk mencari waktu yang baik.

Di bulan ini kita telah belajar tentang pengendalian diri. Maka, latihan demi latihan akan terus kita jalani sepanjang hidup ini. Jika di pencobaan kali ini kita berhasil melewatinya, janganlah lengah. Iblis akan mundur mencari waktu yang baik. Tetaplah berjaga-jaga dan waspada. Jika kita lengah dan jatuh, dampak negatif akan mengikuti setiap keputusan salah yang kita ambil. Selamat berjalan bersama Tuhan dan berlatih mengendalikan diri. (BWA)

By Bobby Widya Ardianto

Bobby Widya Ardianto, atau akrab disapa Bobby, adalah salah seorang anggota jemaat di GKI Coyudan. Ia lahir di Solo, 2 April 1989. Pria yang bekerja sebagai staff IT di salah satu sekolah di kota Solo ini sangat menyukai dunia literasi sejak mahasiswa. Saat ini, Bobby aktif di beberapa pelayanan di lingkup GKI Coyudan seperti penulis renungan dan majalah Ebenhaezer, anggota tim Family Ministry, dan membina kelompok pemuridan KTB di Remaja Pemuda GKI Coyudan.