Skip to content
Photo by Pixabay from Pexels

Selalu ada kemungkinan ancaman
Bagi keamanan kami
Kenyamanan kami
Kesehatan kami
Hubungan kami
Kehidupan kami
Dan kami dengan bodohnya berpikir bahwa kami bisa membungkam rasa takut itu,
Jika kami punya cukup uang,
Jaminan yang cukup,
Mainan yang cukup,
Persediaan yang cukup untuk musim penghujan.
Namun itu semua tidak pernah cukup.
Suara ketakutan kami tidak akan luruh begitu saja.
Tetapi di tempat-tempat kecil dan sunyi di dalam diri kami terdapat suara lain;
Suara yang memanggil kami ke dalam kebodohan iman,
Yang mengarahkan pandangan kami pada burung-burung dan bunga-bunga,
Yang pada saat-saat yang tak terjaga, membuat otot kami rileks.
Dan hati kami bersandar pada orang-orang yang kami kasihi;
Di dalam bisikan-bisikan yang tak terduga kami mendengarnya,
Mengundang kami untuk mengingat janji-janjiMu,
Rahmat-Mu,
Kesetiaan-Mu,
Dan secara tiba-tiba kami menemukan
Bahwa semua itu cukuplah.
Amin. (IYS)

(*Disadur dari buku “Labirin Kehidupan 2 : Spiritualitas Sehari-hari Bagi Peziarah Iman” oleh Pdt. Joas Adiprasetya, bab 3”Autarkeia” hal. 19-20)