Skip to content
Photo by Sergey Zhumaev from Pexels

Kisah Para Rasul 7 : 54-60; 4 : 29-31

Pernahkah kita merasa takut dan mungkinkah seorang manusia tidak memiliki rasa takut? Jika ada pertanyaan seperti itu pasti jawabannya adalah tidak ada manusia yang tidak pernah takut dan termasuk orang yang mengaku dirinya pemberani sekalipun. Ada orang yang takut dengan ketinggian, takut kesepian, takut hidup menderita, takut gagal, takut sakit, takut mati dan berbagai ketakutan lainnya. Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respon terhadap stimulus seperti rasa sakit atau ancaman. Sebenarnya rasa takut itu adalah sesuatu yang normal tergantung bagaimana cara kita menyikapinya.

Ketika Tuhan Yesus berada di taman Getsemani, sebelum ditangkap dan kemudian disalibkan, Ia takut teramat sangat. Dia berdoa kepada Bapa di sorga untuk meminta cawan itu lalu daripada-Nya tetapi biarlah kehendak Bapa yang jadi. Tuhan Yesus menyikapi rasa takutnya dengan berdoa dan berserah kepada pimpinan dan kehendak Bapa di sorga. Karena itu, Yesus menjalani semuanya dengan penuh keberanian demi menyelamatkan manusia yang berdosa.

Saat ini semua manusia di dunia menghadapi situasi yang sangat menakutkan dengan adanya pandemi Covid-19. Virus yang tidak terlihat mata namun bisa menyebar dengan cepat dan telah membunuh hampir 250 ribu manusia di seluruh dunia. Sesuatu yang tidak pernah diperkirakan akan terjadi dan mengubah begitu banyak hal dalam hidup manusia. Dampak virus ini juga sangat besar, selain berdampak kepada keselamatan manusia juga kepada kondisi ekonomi bagi banyak orang. Lebih dari 1,9 juta karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan karena perusahaan tidak dapat beroperasi lagi.

Bacaan kita hari ini memberikan peneguhan agar kita tetap memiliki keberanian untuk menjalani hidup.

  1. Sebagai orang percaya yang sudah diselamatkan dan tidak ditinggalkan, Tuhan Yesus menjanjikan hidup kekal dan Dia sudah menyediakan tempat bagi kita bersama Bapa di surga. Artinya ada jaminan penyertaan dari Allah.
  2. Bukan hanya menyelamatkan kita, tetapi Tuhan Yesus juga mempercayakan pekerjaan yang sangat besar yaitu menyampaikan kabar baik kepada dunia agar banyak orang diselamatkan. Itu berarti ada kemampuan yang diberikan dalam kuasa Roh Kudus.
  3. Tuhan Yesus sendiri telah memberikan teladan kepada kita bagaimana menjalani hidup yang berkenan kepada Bapa di surga yaitu dengan berpegang teguh kepada pimpinan-Nya, berserah kepada kehendak Bapa di surga dan hidup berkenan kepada-Nya.

Jika kita sudah menerima anugerah kebaikan Tuhan di dalam hidup kita setiap hari dan penyertaan-Nya yang tidak pernah berhenti. Sudah selayaknya kita menyambut setiap hari dengan penuh syukur dan percaya Dia tidak pernah meninggalkan kita dan kita akan memiliki keberanian untuk terus melangkah di dalam setiap keadaan yang baik maupun dalam situasi sulit. Seperti pujian yang sering kita nyanyikan:

“Janji-Mu seperti fajar pagi hari, yang tiada pernah terlambat bersinar. Cinta-Mu s’perti sungai yang mengalir dan ‘ku tahu betapa dalam Kasih-Mu…” (LKSI)