Categories
BLOG Renungan Warta

Berbagi Dengan Kasih Sang Gembala

Photo by Patrick Fore on Unsplash

Ada seorang ayah yang sedang berjalan-jalan bersama anak perempuannya di pinggiran sebuah taman. Ketika anak itu melihat ada orang berjualan es, ayahnya segera memberi uang kepada anaknya itu untuk membelinya. Tetapi baru saja berjalan beberapa langkah, anak perempuan itu melihat ada seorang tunawisma yang sedang duduk di lantai dengan tubuh lemas. Anak itu berhenti sejenak melihat penjual es dan melihat lagi ke tunawisma itu. Lalu ia memberikan uangnya kepada tunawisma itu dan kembali kepada ayahnya. Melihat hal itu, sang ayah bertanya, “Kamu tidak jadi beli es krim kesukaanmu?” Si anak menjawab, “Aku bisa makan es krim lain waktu ayah, tetapi bapak itu (sambil menunjuk tunawisma yang diberinya uang) memerlukan makan untuk hari ini.”

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa semangat berbagi terhadap orang yang membutuhkan sering kali diperhadapkan hanya terhadap keinginan-keinginan diri kita sendiri. Padahal berbagi kasih dengan mereka yang membutuhkan adalah contoh dan teladan Tuhan Yesus dengan manusia; bahkan Kristus mau ambil bagian dalam penderitaan kita manusia berdosa. Ia tidak hanya ikut merasakan penderitaan badani, tetapi juga beban dosa dunia yang upahnya adalah maut.

Kebangkitan Kristus menjadi kekuatan bagi para murid untuk meneladankan semangat berbagi ini (lihat Kisah Para Rasul 2 : 42-47) kepada jemaat mula-mula. Mereka berbagi kebutuhan pokok, yaitu makan setiap hari, dengan mereka yang membutuhkannya, yaitu dengan cara menjual milik mereka untuk keperluan bersama.

Demikian terhadap kita, Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita dapat berbagi dengan mereka yang mengalami kesulitan dan dalam pergumulan kehidupan sehari-hari; di tengah pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan sehingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok, gereja sebagai murid Yesus dipanggil untuk mengobarkan semangat berbagi dengan mereka yang kesulitan.

Bukankah itu kekuatan jemaat mula-mula pada masa kepemimpinan para rasul?! Semangat untuk berbagi sebagai bentuk kasih Tuhan kepada umat manusia di tengah tekanan dan kesulitan yang mereka juga hadapi setiap hari.

Di dalam Kristus Yesus, kita semua adalah orang-orang yang menerima kelimpahan, yaitu limpah kasih dan berkat-Nya. Karena itu, sebagai gereja Tuhan, marilah kita berpikir sedemikian rupa dalam berbagi kasih, demi kemuliaan nama Tuhan. Marilah gereja bergerak bukan berdasarkan kepentingan pribadi/ kelompok kita sendiri, tetapi bergerak berdasarkan kasih karunia Tuhan. Sebagaimana gereja mula-mula bergerak bukan berdasarkan apa yang mereka miliki, tetapi Tuhan mencukupkan kebutuhan mereka dalam berbagi, demikian kita, gereja masa kini diajak untuk berbagi dalam anugerah Tuhan yang menggerakkan dan mencukupkan.

Karena itu, selaku domba-domba gembala Tuhan, marilah kita berdoa agar Tuhan menolong gereja-Nya untuk mampu bergerak dalam ketulusan kasih-Nya sehingga berdampak dan berdaya guna untuk memuliakan Tuhan berdasarkan kasih karunia Tuhan Yesus sang Gembala Agung kita. Amin. (LAAS)

By Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

"Pak Lucas!" Demikian orang-orang akrab memanggilnya. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi adalah seorang pendeta yang melayani di GKI Coyudan sejak tahun 2012. Ia lahir di Pekalongan, 5 Juni 1980. Alumnus Fakultas Teologi UKDW Yogyakarta ini sangat konsen dalam pelayanan pastoral dan konseling. Pdt. Lucas bersama dengan istri, Veronica Decy, telah dikarunia 2 orang anak.