Categories
BLOG Renungan Warta

Ia Telah Bangkit!

Matius 28: 1-10

Maafkan saya kalau lagi-lagi harus membicarakan tentang pandemik ini. Bukan soal virusnya, melainkan tentang situasi yang terdampak saat ini. Jaga jarak, kerja di rumah, belajar di rumah, bahkan ibadah di rumah. Semua rutinitas jadi mendadak berubah. Rasanya masa 40 hari pra-paska kemarin adalah masa di mana kita bertanya-tanya, “Di mana Allah? Di mana Allah yang berkuasa?” Rasanya kita ingin Allah – dengan jentikan jari-Nya – membasmi virus ini dan semua bisa kembali normal agar Paska ini kita rayakan dengan bertatap muka, dengan gegap gempita, dengan sorak-sorai kemenangan setelah pencobaan yang begitu menakutkan. Tapi ternyata, belum berakhir. Paska kali ini akan kita rayakan secara berbeda. Namun apakah situasi ini akan mengubah arti Paska?

Dalam Injil Matius 28, berita kebangkitan Yesus kepada Maria Magdalena dan Maria yang lainnya diawali dengan gempa bumi. Saat itu masih subuh, gelap. Lalu tiba-tiba ada sesosok yang wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Tentu ini situasi yang mencekam dan penuh ketakutan, bukan hanya untuk penjaga-penjaga kubur, tetapi juga untuk Maria Magdalena dan Maria lainnya. Dan di situasi seperti itulah seruan “Jangan takut, sebab Ia telah bangkit!” dikumandangkan. Mereka tetap takut namun juga bersukacita (ayat 8). Konflik iman yang dialami oleh para perempuan sejak melihat Tuannya mati di kayu salib, berujung pada sikap mendekati, memeluk kaki-Nya, dan menyembah-Nya (ayat 9).

Sama halnya seperti Daud yang juga mengalami konflik iman. Hal ini terlihat dalam Mazmur 22 yang kita nyanyikan ketika Jumat Agung kemarin, “Ya Allahku mengapa Kau tinggalkanku? Ku berseru namun Kau tetap jauh…” Mazmur ini adalah Mazmur ratapan yang ditulis oleh Daud yang mewakili konflik iman bangsa Israel yang berada di tengah penderitaan. Dan secara begitu rapi, leksionari membawa kita membaca Mazmur hari ini dari Mazmur 118. “Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.” (Mzm. 118: 21). Setelah begitu panjang perjalanan yang dialami Daud dan bangsa Israel, akhirnya Tuhan menjawab seruan mereka. Konflik iman berujung pada pengakuan: Ia adalah keselamatan! Itulah berita Paska.

Lantas berita Paska apakah yang dapat kita renungkan sementara pandemik ini belum berlalu? Apakah konflik iman selama Pra Paska ini berujung pada pengakuan bahwa Ia adalah keselamatanku? Apakah kita mendengar sapaan-Nya: “Salam bagimu; Jangan takut?” Apakah kita mampu menangkap sukacita kebangkitan itu meski kita jugapun takut? Apakah kita mau melakukan tugas dari-Nya untuk pergi mengabarkan berita paska ini? Justru di situasi seperti saat inilah berita Paska; yang membawa sukacita, yang mendatangkan pengharapan, sungguh diperlukan oleh banyak orang. SELAMAT PASKA! (IYS)

By Irmanda Yosefien Saroinsong

"Kak Manda!" Demikian anak-anak remaja pemuda memanggilnya. Irmanda memang sosok yang sangat erat dengan anak-anak muda di gereja karena Ia pengerja kategorial Remaja Pemuda GKI Coyudan Solo. Lahir di Jayapura 13 September 1987, Irmanda adalah seorang wanita yang ceria dan selalu berusaha membuat siapapun yang berjumpa dengannya bersukacita. Ia menyelesaikan pendidikan Teologi di STFT Jakarta. Selain menjadi pengerja, Irmanda juga tergabung dalam beberapa pelayanan lain seperti tim pembinaan dan tim kurikulum.