Allah, Yang Dikagumi Para Majus

Image from harbingersdaily.com

Ada yang mengatakan bahwa para majus berjalan selama kurang lebih 2 tahun, terhitung sejak Yesus lahir di Betlehem. Bintang itu ada dan menuntun perjalanan para majus. Banyak orang mengira jumlah para majus adalah 3 orang, sebab biasanya para majus pasti membawa rombongan dalam perjalanan mereka. Angka 3 muncul karena ada 3 jenis persembahan yang diasumsikan dari tiga orang. Teks Alkitab tak pernah mencantumkan jumlah orang Majus. Tapi bukan jadi soal mengenai jumlah. Setidaknya yang bisa kita pegang adalah, jumlah orang Majus pastilah lebih dari 1 orang.

Namun, dibalik semua spekulasi tentang jumlah orang Majus, mari kita lihat sesuatu yang lebih bermakna yaitu tentang perjalanan mereka yang memakan banyak waktu, tenaga dan pasti penuh dengan perjuangan. Terdengar tidak asingkah di telinga kita? Ya, perjalanan Majus adalah seperti perjalanan hidup kita. Perjalanan hidup yang harus kita tempuh dengan begitu banyak perjuangan. Namun apakah tujuan dari perjalanan kita? Perjalanan para majus adalah sebuah perjalanan yang mereka tempuh karena mereka begitu kagum pada Allah yang sebenarnya tak pernah mereka “kenal” sebelumnya (mengingat mereka bukanlah orang Yahudi). Kekaguman kepada Allah, itulah api semangat yang membuat kaki mereka terus melangkah demi bertemu dengan Allah dalam diri seorang Sang Anak. Kekaguman kepada Allah, mereka tunjukkan dengan konsisten lewat sikap mereka ketika bertemu dengan Yesus. Mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur. Persembahan itu adalah simbol dari nubuatan mereka mengenai kehidupan Mesias dan juga pemberian diri mereka. Cara mereka memberi pastilah dengan cara yang menunjukkan rasa kagum dan hormat kepada Allah dalam diri Yesus yang pada waktu itu masih bertumbuh sebagai seorang anak kecil.

Kekaguman kepada Allah, membuat perjalanan hidup kita semakin berarti. Kekaguman kepada Allah membuat perjalanan hidup kita menemukan berbagai alasan untuk tetap bertahan, tetap berjalan. Hari Minggu tanggal 5 Januari 2020 adalah Minggu pertama di tahun ini. Masihkah kita kuat berjalan ? Masihkah ada kekaguman kepada Allah yang besar kasih-Nya kepada kita, meski kita belum sampai pada tujuan kita?

Selamat mengarahkan mata kita kepada setiap karya Allah dan kagum kepada semua penyataan-Nya dalam hidup kita. (KHS)