Luruskan Jalan Hidupmu

Photo by Pixabay from Pexels

Yesaya 11 : 1-10; Matius 3 : 1-12

Nubuat Nabi Yesaya akan suatu tunas yang keluar dari tunggul Isai, membawa harapan baru akan datangnya seorang Mesias, yang akan memulihkan Israel. Mesias itu digambarkan sebagai seorang raja keturunan Daud yang dalam kuasa Roh Tuhan akan menegakkan keadilan dan kebenaran, mendatangkan kedamaian dan damai sejahtera pada semua makhluk. Nubuat ini tergenapi oleh kelahiran Yesus, sang Kristus Juruselamat dunia.

Melalui nabi Yesaya pula, dinubuatkan “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” (Mat 3 : 3), yang menunjuk kepada Yohanes Pembaptis. Yohanes tampil di padang Yudea menyerukan pertobatan yang sungguh-sungguh di hadapan Allah dan menghasilkan buah sesuai dengan pertobatannya. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan orang Farisi dan orang Saduki yang mengandalkan posisi sebagai umat pilihan Allah.

Di masa Adven ini kita menghayati pengharapan kita akan Tuhan Yesus yang menggenapi janji-Nya, akan datang sebagai hakim atas umat manusia. Menghayati kedatangan Kristus juga mengingatkan kepada kita bahwa kasih Allah mendatangkan kasih karunia keselamatan kita. Menerima Kristus tidak berhenti pada dibaptis dan menjadi Kristen, namun yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai pertobatan itu sendiri. Pertobatan bukan hanya soal kita percaya dan telah menjalani ritual keagamaan kita seperti ke gereja setiap minggu, ikut kegiatan gereja dan memberi persembahan saja, namun lebih jauh lagi apakah pertobatan itu mengubah hidup kita atau tidak?

Pertobatan sejati adalah suatu perubahan hidup yang tercermin dari relasi kita dengan Tuhan dan sesama. Pertobatan adalah perubahan cara pikir dan tindakan yang beralih dari hidup berdosa menjadi hidup baru yang dimurnikan dalam Kristus. Biarlah pertobatan kita berbuah relasi yang indah dengan Allah, hati yang selalu menyatakan kasih pada sesama serta aktif menjaga kelangsungan segala ciptaan. (ES)

“Gerakan meluruskan jalan bagi Tuhan dimulai dari meluruskan hati dan hidup kita di hadapan Tuhan.”