Categories
BLOG Renungan Warta

Masa Penantian

Photo by George Becker from Pexels

“…hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Matius 24 : 44)

Hari ini kita memasuki Minggu Adven 1. Adven diambil dari kata Latin Adventus yang artinya “kedatangan”. Masa Adven yang kita lakukan saat ini adalah masa penantian kelahiran Yesus Kristus ke dunia yang diperingati setiap tanggal 25 Desember. Namun, Adven juga memiliki makna penantian kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, yaitu pada akhir zaman. Setiap kali kita memperingati kelahiran Kristus, maka kita juga diingatkan akan kedatangan Yesus Kristus pada akhir zaman.

Kapan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya? Seperti datangnya air bah pada zaman Nuh, maka kedatangan Anak Manusia juga tidak diketahui kapan akan terjadi. Namun belajar dari Nuh, dia tidak tahu kapan air akan tumpah dari langit namun setiap hari dia terus mempersiapkan diri, bekerja seperti yang Tuhan perintahkan. Itu jugalah yang seharusnya menjadi sikap kita. Namun, tanda-tanda akhir zaman disebutkan dalam Injil Matius dengan gamblang, pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. (Mat.24 : 40-42).

Masa Adven menjadi masa perenungan bagi kita, apakah kita sudah menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya? Apakah hidup kita sudah layak menjadi murid-Nya dan kita layak disebut anak-anak Allah? Kita harus menyiapkan diri, hidup kudus dan berkenan kepada-Nya. Dalam Roma 13 : 12-13 disebutkan, “Sebab itu marilah kita untuk menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.”

Dalam masa penantian ini, mari kita hidup dengan realitas yang ada dan menjalankannya dengan penuh kasih dan hikmat, hingga Dia datang menjemput kita. Amin. (SS)

By Sujud Swastoko

Sujud Swastoko adalah salah seorang penatua dan tenaga pengerja GKI Coyudan Pos Baturan Indah. Sempat lama di ibukota, Sujud kembali ke kota Solo dan memulai pelayanannya di gereja ini. Lahir di Karanganyar, 14 Januari 1969, Sujud sangat konsen dalam pelayanan konseling, mengajar, penulisan, khotbah, motivasi. Karena kemampuannya di bidang literasi, maka ia juga dipercaya oleh gereja menjadi pemimpin redaksi majalah Ebenhaezer. Saat ini, Sujud aktif sebagai pengerja di pos kebaktian Baturan indah, Tim Bina Jemaat, dan juga dosen teologi di salah satu STT di kota Solo. Baginya, membantu orang yang ingin maju dalam hidupnya adalah sebuah kerinduan yang terus dilakukannya.