Pengampunan yang Mengubahkan

Photo by EVG photos from Pexels

Ada pengampunan yang membawa perubahan, tetapi ada juga pengampunan yang tidak membawa perubahan. Itulah kenyataan yang terjadi dalam kehidupan manusia.

  1. Bisa jadi tidak adanya perubahan karena cara mengampuni yang keliru, contoh: Seorang anak laki-laki yang mengambil uang dari dompet ayahnya tanpa sepengetahuan ayahnya. Lalu sang ayah hanya berkata dengan ringan “jangan mencuri” sambil lalu dan mengampuni anaknya di dalam hatinya, tumbuhlah anak itu sebagai seorang yang biasa mencuri. Lain halnya jika sang ayah memarahi dan memukul tangan anaknya hingga anak itu tahu bahwa perbuatannya itu tidak benar. Dan ketika anak itu telah menyadari dan menyesali kesalahannya, sang ayah memeluk dan mengatakan “ayah mengampuni kamu, karena ayah mengasihi kamu.”
  2. Tetapi bisa juga pengampunan tidak membawa perubahan karena orang yang diampuni itu mengeraskan hatinya. Contoh: Orang Farisi dan Ahli Taurat yang melihat kematian Yesus di kayu salib, mendengar ucapan pengampunan dosa yang disampaikan Tuhan Yesus, tetapi mereka tidak juga mengalami perubahan dalam kehidupan mereka.

Yang menjadi kunci perubahan di dalam menerima pengampunan adalah hati yang terbuka bagi Tuhan, penyesalan dan penerimaan kembali. Inilah yang dialami oleh Petrus. Dia yang menyangkal Yesus sebanyak 3 kali, namun mendapatkan pengampunan dan kepercayaan oleh Yesus untuk menggembalakan domba-domba Allah. Petrus menyesali kesalahannya, dan menerima pengampunan Yesus sehingga menjadi pribadi yang berbeda, hidup dalam pertobatan dan terus disempurnakan oleh Tuhan.

Bagaimana dengan kita sebagai umat Tuhan masa kini ? Adakah kehidupan kita sudah mengalami perubahan oleh pengampunan Tuhan? Jangan keraskan hati, tetapi bukalah hati kita untuk pengampunan Tuhan, agar sang Firman itu mengubahkan dan menyempurnakan hidup kita. (LAAS)