Uang, Berkat, dan Penghakiman

Photo by Eric Muhr on Unsplash

Lukas 16 : 19–31

Perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin ini menjadi peringatan bagi umat Tuhan di akhir zaman ini. Banyak ayat dalam Alkitab begitu tegas menegur dan memperingatkan orang dalam mengelola harta. Yesus berkata, “…sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Matius 19 : 23-24).

Ternyata tidak mudah bagi orang kaya masuk sorga. Bukan berarti orang kaya yang sudah menikmati banyak kesenangan di bumi tidak bisa menikmati sorga pula. Orang-orang kaya yang hatinya hanya tertuju pada hartanya itulah yang menyulitkan mereka masuk sorga, seperti tertulis: “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6 : 21). Orang kaya yang digambarkan dalam ayat nas di atas adalah orang kaya yang egois; hidupnya hanya berpusat pada diri sendiri dan tidak pernah berbuat baik, padahal Tuhan sudah memberi kesempatan kepadanya untuk berbuat baik, yaitu melalui Lazarus yang sakit dan miskin, yang untuk makan saja mengharapkan sisa makanan dari orang kaya itu. Karena penderitaan dan sakit penyakit Lazarus meninggal. Orang kaya pun meninggal. Tapi nasib keduanya jauh berbeda. Lazarus yang mengalami penderitaan di bumi memperoleh kemuliaan bersama Tuhan, karena meski di dunia menderita ia tidak melepaskan imannya kepada Tuhan sampai akhir. Sebaliknya, orang kaya yang bergelimang harta saat di bumi harus mengalami penderitaan kekal, karena selama di bumi yang dipikirkannya hanyalah harta. Ia tidak memiliki belas kasih kepada orang miskin.

Ini adalah peringatan bagi kita semua baik kaya atau miskin, yang pada akhirnya kita akan mati dan jiwa kita akan kembali kepada Tuhan. Harta dunia tidak menyelamatkan, hanyalah iman yang bertumbuh dalam Kristus. Iman yang terwujud dalam perbuatan kasih dan peduli bagi sekitar. Maka pada akhirnya tersedia kehidupan kekal. Teruslah beritakan Injil pada orang lain dan hidup yang tidak berpusatkan pada diri sendiri melainkan mau membagi berkat yang sudah kita terima kepada orang yang membutuhkan di sekitar kita. (NK)