Transformasi Berita Injil

Photo by Aaron Burden on Unsplash

“Bukankah firman-Ku seperti api, demikian firman TUHAN dan seperti palu
yang menghancurkan batu?” (Yeremia 23 : 29)

 

Dalam pemerintahan kerajaan, titah atau sabda pangandika raja memiliki kuasa yang sangat besar. Apa yang dikatakan bisa menjadi petaka atau berkah bagi rakyatnya. Titah raja menjadi hukum yang harus dilaksanakan, entah itu benar atau salah. Tidak ada yang berani menentang titah itu, karena kalau menentang bisa berarti mati.

Firman Allah juga memiliki kekuatan yang besar bagi kehidupan umat manusia. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan Firman itu dan hanya menjadikannya sebuah informasi saja. Padahal dengan kekuatan yang dimiliki-Nya, Firman itu mampu mentransformasi kehidupan manusia menjadi ciptaan yang hidupnya semakin serupa dengan Yesus Kristus. Namun, iblis memang tidak akan tinggal diam. Iblis tetap akan membuat banyak orang disesatkan dan menolak berita Injil. Orang-orang yang telah disesatkan bukan hanya orang awam, tetapi juga para nabi-nabi palsu di Israel. Nabi-nabi yang kelakuannya sangat mengerikan: mereka berzinah, tidak jujur, menguatkan hati orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorang pun yang bertobat dari kejahatannya (Yeremia 23 : 14). Mereka inilah yang kemudian menjadi lawan Allah. Dalam Kitab Yeremia, Allah berkata bahwa firman-Nya seperti api dan palu yang menghancurkan batu. Firman itulah yang akan menghanguskan dan menghancurkan nabi-nabi palsu yang menyesatkan.

Sebagai umat tebusan Allah dan telah diselamatkan di dalam Yesus Kristus, sudah seharusnya kita menempatkan Firman Allah sebagai Titah Raja yang mendasari hidup kita. Firman itu harus kita imani sehingga menjadi darah dan daging kehidupan kita. Firman itu harus kita beritakan sehingga mengubah hidup banyak orang. Berita Injil memiliki kuasa melakukan transformasi kehidupan orang menjadi lebih baik karena iman di dalam Yesus Kristus. Firman itu harus diterima dengan iman dan diberitakan juga dengan iman. Dengan demikian, berita Injil mampu mentransformasi kehidupan sosial sehingga hidup manusia menjadi lebih baik.

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.” (Ibrani 12 : 2a) (SS)