Ini Aku Tuhan, Pakailah Aku

Image from christianitytoday.com

William Carey dikenal sebagai Bapak Gerakan Misi Modern. Beliau merupakan misionaris pertama yang tercatat membawa berita Injil ke India pada tahun 1792. Salah satu harga mahal yang harus dia tanggung adalah ketika istrinya mengalami depresi berat ketika hidup di pedalaman India. Belum lagi diusir dari satu kota ke kota yang lain. Namun Carey tidak menyerah, dia memiliki pemahaman bahwa panggilan setiap orang Kristen adalah untuk berperan dalam misi gereja, yakni mengabarkan Injil ke seluruh dunia.

Pada tahun 2012, Kefas Jibrael Lumatefa, Yunus Prasetyo, dan Puger Mulyono memutuskan untuk mengasuh seorang anak kecil penderita HIV. Ibunya meninggal dunia karena menderita penyakit yang sama dan tidak ada keluarga yang berani mengasuh karena takut tertular. Pengalaman itu membuahkan satu gagasan mendirikan Yayasan Lentera di Kota Solo. Yayasan ini adalah yayasan pertama di Indonesia yang menampung anak-anak dengan HIV/AIDS (ODHA). Hingga saat ini ada sekitar 32 anak yang dirawat dan dibina di Yayasan Lentera. Ada berbagai halangan yang dialami oleh para pendiri Yayasan Lentera. Penolakan dari masyarakat sekitar, stigma-stigma negatif yang harus mereka alami, masalah keuangan, hingga konflik dengan keluarga sendiri. Namun semua itu tidak menyurutkan hati dan semangat mereka untuk mengasihi dengan tulus dan menjadi berkat bagi anak-anak yang dipercayakan kepada mereka.

Dan masih banyak cerita-cerita inspiratif yang kita dengar tentang pekabaran dan pekerjaan misi Kristus. Dari mulai Abraham, para Nabi, para Rasul, misionaris-misionaris modern, hingga pahlawan-pahlawan iman di sekitar kita. Yang selalu membuat kita tercengang dan kagum atas iman mereka, keberanian mereka, atas pengorbanan mereka, dan atas dedikasi mereka. Bagaimana dengan kita?

  • Seberapa banyak kita memikirkan tentang pekerjaan Allah di bumi?
  • Seberapa rindu untuk kita menjadi rekan sekerja Allah?
  • Seberapa peduli kita kepada manusia-manusia di sekitar yang belum merasakan kasih Kristus?

Jika kita begitu bersyukur atas keselamatan yang Dia anugerahkan kepada kita, kita pasti bisa melakukan sesuatu, kita pasti rindu untuk terlibat dalam pekerjaan-Nya di bumi.

Ketika wilayah kami memutuskan memberikan selimut kepada para tuna wisma, anak perempuan saya yang berusia 6 tahun bertanya “Lha bantalnya ndak mah? Kan kasian tidurnya ga pake bantal.” Di situ saya belajar tentang mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri. Kita bisa kok, hanya seringkali kita tidak mau. Mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari keluarga kita, mulai dari sekitar kita. Mari kita belajar peka, melihat sekitar, dan terus bertanya pada Tuhan “Apa yang harus aku perbuat Tuhan? Apa yang harus aku lakukan untuk menjadi perpanjangan tangan-Mu? Untuk memuliakan-Mu?” (NN)