Apa sih yang dimaksudkan dengan manusia autentik (otentik) itu? ‘Autentik’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti: dapat dipercaya, asli, tulen, sah. Autentik merupakan bentuk orisinal (asli) yang sudah diproses sehingga menjadi lebih sempurna tanpa menghilangkan keasliannya. Seperti mutiara yang orisinal, setelah mendapat sentuhan (diproses) akan menjadi mutiara yang berharga, dan ia menjadi mutiara yang autentik.

Demikian pula dengan manusia. Pada dasarnya Allah menciptakan manusia untuk berbuat baik. “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10). Oleh karena itu kalau seseorang memiliki kepribadian yang baik, orangnya jujur, mengasihi sesamanya, itu menunjukkan dia adalah manusia autentik dari Allah. Dia telah dipanggil dan diproses Allah melalui imannya di dalam Tuhan Yesus untuk menjadi manusia yang autentik. Dia menjadi anak Allah, yang berbeda dengan dunia.

Manusia autentik dari Allah adalah mereka yang hidupnya berpadanan dengan firman Allah. Hidupnya memuliakan Allah dan bukan mencari kepentingannya sendiri. Kehidupan Yohanes Pembaptis merupakan salah satu contoh pribadi yang autentik. Di hidup sesuai panggilan dan tidak mencari kepentingan sendiri.

Saat beberapa imam dan orang Lewi dari Yerusalem diutus menemui Yohanes di Betania, mereka bertanya, “Siapakah engkau?” Yohanes tahu bahwa para utusan itu mengharap dia menjawab, “Saya Mesias.” Namun, Yohanes memilih bersikap jujur. Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.” Para utusan orang Yahudi itu terus mengejar dengan pertanyaan tentang dirinya, apakah dia Elia, atau nabi yang akan datang. Mereka harus mendapat jawaban dari Yohanes karena mereka harus melaporkan kepada orang-orang Yahudi yang mengutus mereka.

Sebenarnya bisa saja Yohanes mengaku sebagai Mesias atau Elia, maka dia akan mendapatkan penghormatan yang besar dari orang-orang Yahudi. Hidupnya akan berubah total, pindah dari padang gurun ke Yerusalem, pusat ibadah orang Yahudi. Secara materi pasti hidupnya berlimpah kekayaan dan pujian. Tetapi Yohanes adalah manusia yang autentik dari Allah. Dia hidup sesuai panggilan Allah sehingga dia tidak mau berdusta.

Sebagai umat yang telah ditebus Allah dari dosa, kita harus menunjukkan diri kita sebagai manusia yang memiliki kepribadian autentik di hadapan Allah dan sesama. Hiduplah sesuai panggilan-Nya untuk memuliakan nama-Nya. (SS)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com