Berpartisipasi Dalam Cinta Allah Trinitas

Image from christianity.com

Manusia memiliki keterbatasan untuk dapat mengerti segala sesuatu secara penuh. Termasuk memahami tentang Trinitas. Pdt. Joas Adiprasetya Ph.D menggambarkan Trinitas seperti perikoresis, suatu gerak seirama dari Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus; yang menghasilkan tarian indah sehingga tak mampu lagi dipisah-pisahkan apa dan bagaimananya, namun secara bersamaan dapat menunjukkan keberadaan-Nya dalam siluet yang berbeda-beda.

Perikoresis juga diartikan sebagai sebuah tarian yang saling melingkupi, dimana ada ruang tengah yang sengaja dicipta untuk mempertemukan apa yang dipahami, diketahui, dilihat, diindrai, dirasa, dan yang tak mampu dicerna oleh pikiran, dikenali oleh indera, dan dinamai oleh perasaan. Itulah Trinitas: misteri yang nyata, mengandung misteri tapi juga terdapat penyataan. Dalam gerakan indah misteri dan penyataan itulah hidup kita dipersilakan untuk berpartisipasi.

Allah Trinitas mengundang kita untuk hidup di tengah tarian penuh cinta dan seirama antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dalam tarian itu, Allah Trinitas mencipta ruang bagi kita agar bisa berpartisipasi. Dia yang harusnya bisa menjadi sangat tidak terbatas, membatasi dirinya dalam diri manusia Yesus agar kita bisa berpartisipasi sebagai murid. Dia yang terbatas menyatakan ketidakterbatasan-Nya dalam bentuk cinta sampai rela mati dan akhirnya bangkit, agar Simon dari Kirene bisa ikut memikul salib-Nya walau sebentar dan para perempuan menyeka keringatnya. Dia yang terbatas menyatakan yang ‘tidak terbatas’, yaitu Roh Kebenaran (Yohanes 16) agar kita berpartisipasi dalam menyatakan kebenaran-Nya.

Mari kita berpartisipasi juga dengan memberi ruang atas hal-hal yang tidak kita ketahui dengan pasti, entah itu orang asing, peristiwa tidak biasa, sudut pandang berbeda, akhir tak pasti dari perjuangan melawan sakit, sikap orangtua atau anak yang tak kunjung berubah. Berilah ruang bagi hal-hal yang tidak mampu kita pahami. Karena begitulah cara Allah Trinitas bekerja, menyatakan kuasa-Nya yang tak terselami. Amin. (IYS)